PAGAR ALAM – MARKABERITA.COM
Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, mencuat setelah sejumlah pengurus dan kader menyampaikan keberatan terhadap penunjukan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB yang baru.
Sejumlah kader mengaku mempertimbangkan untuk mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap keputusan penunjukan Ludi Oliansyah sebagai Ketua DPC PKB Kota Pagar Alam. Mereka menilai proses penetapan tersebut perlu mendapat penjelasan lebih lanjut karena dianggap tidak melibatkan mekanisme organisasi secara optimal.
Beberapa pengurus yang menyampaikan keberatan antara lain Sekretaris DPC Dempo Tengah M. Sa’an, Ketua PAC Dempo Selatan Darul Qutni, serta sejumlah kader lainnya.
Dalam keterangannya kepada media pada Senin (16/6/2026), salah satu kader menyebut keputusan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pengurus tingkat bawah mengenai proses pengambilan keputusan di internal partai.
“Kami berharap setiap keputusan strategis organisasi dapat dilakukan secara terbuka dan mengakomodasi aspirasi kader di daerah,” ujarnya.
Menurut mereka, komunikasi yang lebih luas dinilai penting agar seluruh elemen partai merasa dilibatkan dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi di tingkat daerah.
Senada dengan itu, M. Sa’an menyampaikan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan figur yang ditunjuk sebagai ketua. Namun, ia berharap kepemimpinan partai di daerah dapat diberikan kepada kader yang selama ini aktif membangun organisasi dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan partai.
“Kami menghormati keputusan partai, tetapi berharap kader yang telah berjuang membesarkan partai juga menjadi pertimbangan dalam proses penentuan kepemimpinan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PAC Dempo Selatan Darul Qutni mengungkapkan bahwa sejumlah kader masih menunggu langkah dan penjelasan lebih lanjut dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB terkait polemik yang berkembang.
Menurutnya, komunikasi dan dialog internal menjadi solusi yang perlu ditempuh guna menjaga soliditas organisasi dan menghindari perpecahan di tingkat daerah.
“Kami berharap ada ruang komunikasi yang terbuka sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tetap menjaga kebersamaan di dalam partai,” ujarnya.
Para pengurus juga mengingatkan bahwa capaian PKB di Kota Pagar Alam selama beberapa tahun terakhir tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari DPP PKB maupun pihak yang ditunjuk sebagai Ketua DPC terkait keberatan yang disampaikan sejumlah kader tersebut. Para kader berharap pimpinan partai dapat memberikan penjelasan serta membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak.
(Red)






