Tragedi Glamping Maut di Temanggung: Empat Orang Sekeluarga Tewas, Keraton Yogyakarta Berduka

Daerah, Nasional203 Dilihat

​TEMANGGUNG, Markaberita.com– Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman empat jenazah satu keluarga yang meninggal dunia secara misterius saat melakukan glamping di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Keempat korban dimakamkan secara berdampingan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorogeni, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026) sore.

​Keempat jenazah tiba di rumah duka menggunakan empat ambulans terpisah. Sebelum diberangkatkan ke pemakaman, jenazah dishalatkan secara berjamaah di Masjid Nurul Khasanah. Ratusan warga dan pelayat tampak memadati area masjid hingga meluber ke halaman luar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pasangan suami istri, M. Ali Munawar dan Magfiroh Alvira, serta kedua putra mereka, Bagas Amar Hakiki dan Alvino Evan Hakim.

Baca Juga  Blackout Sumatera Berulang, CBA Desak Presiden Prabowo Copot Dirut PLN

​Meskipun cuaca di lokasi pemakaman diguyur hujan deras, ratusan pelayat tetap setia mengiringi prosesi hingga jenazah dikebumikan di liang lahat yang disusun berdampingan.

​Sosok Bagas Amar Hakiki di Mata Keraton Yogyakarta

​Salah satu korban, Bagas Amar Hakiki (21), diketahui merupakan mahasiswa Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022. Selain aktif di dunia akademis, Bagas dikenal sebagai fotografer berbakat yang bekerja untuk Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta.

​Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno. Ia membenarkan bahwa mendiang adalah bagian dari tim dokumentasi mereka.

​”Betul, Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti,” ujar Kartiutami pada Kamis (28/5/2026). Ia menjelaskan bahwa Bagas awalnya bergabung melalui program magang pada tahun 2024. Pihak Keraton menilai kemampuan fotografi Bagas sangat mumpuni, sehingga ia kemudian direkrut menjadi fotografer lepas untuk mengabadikan berbagai agenda resmi Keraton.

Baca Juga  Di Duga Adanya Pungli PTSL Desa Karang Rahayu Kecamatan KarangBahagia

​Perwakilan keluarga, As’adi, menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa atas musibah yang menimpa kerabatnya secara mendadak tersebut. Ia mendesak pihak kepolisian agar bekerja maksimal dalam mengusut tuntas penyebab kematian keluarga tersebut.

​”Kami dari pihak keluarga terpukul sekali dengan musibah ini. Kami sangat berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap misteri kematian dan apa penyebab pasti yang membuat keempat keluarga kami ini meninggal di dalam tenda,” ujar As’adi saat ditemui di lokasi pemakaman.

​Penyelidikan Intensif Berlanjut

​Saat ini, jajaran Satreskrim Polres Temanggung bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan intensif di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihak berwenang saat ini masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab medis kematian keempat korban.

Baca Juga  Kampanye Damai Cakades Kalijaya Hafiz Faizal Nomor Urut 4 Berlangsung Kondusif dan Penuh Kekeluargaan

​Peristiwa tragis ini telah menyita perhatian publik, mengingat lokasi wisata Posong selama ini dikenal sebagai destinasi favorit di kawasan lereng Gunung Sindoro. Kepergian seluruh anggota keluarga tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar, sahabat, serta rekan-rekan civitas akademika UGM dan Keraton Yogyakarta.(Red).