Terimpit Ekonomi, Putra Deddy Dores Nekat Jual Bola Mata: Saya Merasa Jadi Ayah yang Gagal

Nasional103 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com — Unggahan emosional Calvin Dores, putra mendiang musisi legendaris Deddy Dores, di media sosial mendadak menjadi sorotan tajam publik. Secara mengejutkan, Calvin menyatakan niat ekstrem untuk menjual salah satu bola matanya demi bertahan hidup dan menjamin masa depan finansial keluarganya.

​Saat dikonfirmasi, Calvin membenarkan kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah nekat ini diambil bukan untuk menutupi biaya hidup sehari-hari, melainkan sebagai investasi masa depan anak-anaknya agar bisa hidup dengan layak.

​”Ya, saya (lakukan ini) bukan buat kehidupan sehari-hari, tapi lebih untuk uang masa depan anak. Makanya saya mau jual mata saya ini,” ujar Calvin Dores saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (18/5/2026).

​Keputusan Calvin untuk menjual organ tubuhnya diakui sudah bulat. Tingginya himpitan ekonomi di ibu kota membuatnya merasa terdesak agar istri dan anak-anaknya tidak hidup dalam kesusahan.

​Calvin juga meluruskan persepsi publik mengenai kondisinya saat ini. Ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak menerima aset atau harta peninggalan dari almarhum ayahnya.

Baca Juga  LQ Indonesia Law firm Akan Polisikan Made Oka Masagung dan  Istri Serta Tanto Sudiro Atas Dugaan Penipuan, Penggelapan Dan Pencucin Uang Sejumlah 30 Juta (USD)

​Realitas kehidupan yang dijalani Calvin saat ini diakui berbanding terbalik dengan masa kecilnya, sewaktu sang ayah masih berjaya di belantika musik tanah air. Pikiran ekstrem ini terlintas karena ia merasa terpukul melihat kondisi sang anak.

​”Sudah bulat Mas, karena saya tidak mau melihat istri dan anak saya kesusahan. Saya pasti membandingkan kehidupan masa kecil saya dulu dengan anak saya sekarang, jauh berbeda. Saya merasa jadi ayah yang gagal ketika melihat anak saya kehidupannya jauh dari kata cukup,” ungkap Calvin dengan nada getir.

​Sebelum sampai pada keputusan ini, Calvin mengeklaim telah melakukan berbagai upaya keras untuk mengumpulkan tabungan. Ia tetap aktif bergerak di industri kreatif dengan menjual karya lagu dan bidang lainnya. Namun, tingginya biaya hidup di Jakarta perlahan mengubur mimpi-mimpinya.

​”Saya kerja sudah kok. Saya jual lagu dan sebagainya, cuma ya kebutuhan hidup sekarang tinggi. Jadi, saya tidak ada uang buat masa depan anak,” jelasnya.

​Rencana penjualan bola mata ini sebenarnya mendapat penolakan keras dari rekan sesama pencipta lagu dan komunitas musisi. Mereka terus mencoba menenangkan Calvin dengan berbagai nasihat dan meminta dirinya bersabar. Bahkan, beberapa figur politisi sempat menghubunginya langsung karena prihatin.

Baca Juga  Idul Adha 2025: Mengukuhkan Solidaritas di Tengah Tantangan Sosial Kontemporer

​Namun, Calvin menegaskan sikapnya untuk menolak segala bentuk uluran tangan yang didasari atas rasa iba.

​”Saya bukan tipikal orang yang minta-minta, Mas. Saya tidak mau merepotkan banyak orang, tidak mau dikasihani. Jadi, saya memilih langkah ini,” tegasnya.

​Kini, Calvin berada di titik pasrah dan berharap ada pihak yang bersedia membeli organ tubuhnya secara profesional. Ia mengakui secara jujur bahwa keputusan ini adalah kulminasi dari kondisi psikologisnya yang sudah berada di titik nadir akibat depresi berat. Kondisi tersebut bahkan membuatnya mati rasa terhadap risiko kehilangan penglihatan.

​”Jujur, kondisi saya sekarang sudah depresi banget. Makanya saya mau jual mata. Saya sudah tahu seisi dunia seperti apa, apa yang perlu saya lihat lagi? Kalau mata saya hilang satu juga tidak masalah,” ucapnya pasrah.

Baca Juga  SORBAN di Panggung TIM: Mendedikasikan Seni, Wujud Solidaritas Lintas Komunitas untuk Korban Bencana Sumatra

​Calvin pun membuka kesempatan lebar-lebar bagi masyarakat yang membutuhkan donor mata untuk segera menghubunginya, tanpa mematok harga kaku sejak awal.

​”Selama ini saya berusaha sendiri. Kalau memang mata saya laku dan berguna biar orang bisa melihat, hubungi saya saja, mau bayar berapa,” pungkasnya.

​Sekilas Tentang Deddy Dores

​Sebagai informasi, ayah Calvin, Deddy Dores—yang memiliki nama asli Dedy Suriadi (1950–2016)—adalah penyanyi, pencipta lagu, dan produser musik legendaris yang sangat berpengaruh di Indonesia.

  • ​Karier Band: Ia pernah membangun grup Rhapsodia (yang kemudian menjadi Freedom of Rhapsodia), terlibat dalam band rock Super Kid, serta sempat bergabung dengan God Bless pada awal kariernya.
  • ​Arsitek Pop Slow: Namanya kian melambung saat menjadi otak di balik kesuksesan mendiang Nike Ardilla, serta turut membesarkan karier penyanyi top seperti Nafa Urbach.
  • ​Wafat: Sang maestro wafat tepat sepuluh tahun lalu, pada 17 Mei 2016 di Tangerang Selatan akibat penyakit jantung.(MB).