Senin Hitam di Jakarta, BEM SI Siapkan ‘Lautan Mahasiswa’ Usai Aspirasi Hardiknas Diabaikan

Nasional, Pendidikan1441 Dilihat

​JAKARTA, MarkaBerita.com – Ibu kota diprediksi akan mengalami kelumpuhan di awal pekan. Setelah aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu (2/5) berakhir dengan aksi tutup pintu dari pihak pemerintah, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) secara resmi mengeluarkan mandat eskalasi. Senin, 4 Mei 2026, dijanjikan menjadi momentum kembalinya ribuan mahasiswa ke jalanan Jakarta dengan skala yang lebih masif.

​Kekecewaan memuncak ketika ribuan mahasiswa yang memadati Jalan Medan Merdeka Selatan hingga Sabtu petang hanya menemui tembok bisu. Tidak ada satu pun delegasi dari Istana maupun kementerian terkait yang bersedia turun tangan berdialog.

​”Pemerintah tampaknya lebih memilih bersembunyi di balik barikade daripada menghadapi kenyataan bahwa pendidikan kita sedang gelap gulita,” tegas Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, di tengah kepulan asap orator di atas mobil komando.

Baca Juga  Info Terbaru RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tembus Rp820,9 T, tapi Maaf... Gaji Guru Belum Naik, Nih!

​Ketidakhadiran pejabat publik ini dianggap bukan sekadar masalah teknis protokoler, melainkan simbol matinya empati penguasa terhadap sepuluh dosa besar pendidikan yang dibawa oleh para pemuda ini.

​Gerakan ini tidak lagi berdiri sendiri. Kekuatan mahasiswa kini terfragmentasi dalam satu napas perjuangan yang sama. Tokoh-tokoh penggerak seperti Yogi Alaydrus (BEM PTMAI) dan Muhammad Rafli (Dema PTKIN) telah menyatakan komitmennya untuk memobilisasi basis massa dari berbagai daerah guna mengonvergensi kekuatan di Jakarta pada Senin mendatang.

​BEM SI membawa mandat berat bagi Presiden Prabowo yang dirangkum dalam sepuluh poin krusial, di antaranya:

​Stop Komersialisasi: Menuntut penghentian praktik pendidikan tinggi yang hanya bisa diakses oleh golongan elite.

Baca Juga  Seleksi PPPK Banyak Permainan Guru Honor Aksi Unjuk Rasa di Pemkab Bekasi

​Marwah Guru: Mendesak pengangkatan dan jaminan kesejahteraan guru honorer yang selama ini hanya diberi janji manis.

Infrastruktur Darurat: Menuntut perbaikan instan bagi ribuan sekolah roboh di daerah 3T.

Keamanan Kampus: Evaluasi total Permendikbud No. 55 Tahun 2024 demi perlindungan dari kekerasan seksual.

​Pihak kepolisian telah membuka kembali akses Jalan Medan Merdeka Selatan sejak Sabtu malam pukul 18.15 WIB, namun status keamanan tetap berada pada level waspada.

​Bagi warga Jakarta, Senin (4/5) diperkirakan akan menjadi hari dengan gangguan mobilitas tinggi. Skema pengalihan arus lalu lintas di sekitar jantung pemerintahan akan diberlakukan secara situasional seiring dengan masuknya gelombang massa mahasiswa dari berbagai penjuru Jabodetabek.

Baca Juga  agenda pembinaan dari diskominfo mendapatkan apresiasi masuk final di tingkat provinsiM

Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes “Gelap Gulita Pendidikan” yang menyoroti ketimpangan anggaran dan kesejahteraan tenaga pendidik di era pemerintahan saat ini.