Satu Keluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, Ini Dugaan Polisi

Daerah, Nasional291 Dilihat

TEMANGGUNG, Markaberita.com – Kepolisian Resor Temanggung tengah melakukan penyelidikan mendalam atas tewasnya empat anggota keluarga di kawasan wisata kamping Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Keempat korban ditemukan meninggal dunia di dalam tenda pada Rabu (27/5/2026) saat petugas lokasi hendak melakukan konfirmasi waktu check-out.

​Para korban merupakan satu keluarga asal Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, yakni Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Bagas Amar Hakiki (21), dan Alvino Evan Hakim (17).

​Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengungkapkan bahwa proses autopsi telah selesai dilaksanakan pada Kamis (28/5/2026). Saat ini, tim dokter forensik mengarahkan penyelidikan pada dua potensi penyebab kematian, yakni keracunan makanan atau paparan gas beracun dari aktivitas memasak. Dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu set kompor gas portabel, tungku tanah liat untuk briket, serta sisa bahan makanan yang dikonsumsi keluarga tersebut.

Baca Juga  Ketum Relawan Gema Airlangga Ucapkan Selamat Bergabung Kang Emil Ke Partai Golkar

​Penyidik menyoroti posisi penempatan kompor gas portabel yang ditemukan di teras tenda. Kuat dugaan bahwa saat keluarga tersebut beristirahat, pintu dan ventilasi tenda tertutup sangat rapat. Hal ini menyebabkan gas hasil pembakaran, terutama karbon monoksida (CO), terperangkap masuk ke dalam tenda dan terhirup oleh para korban dalam durasi lama.

​”Tidak ditemukan tanda-tanda lain di lokasi, seperti bekas muntahan atau indikasi kekerasan. Saat ini, kami tengah menunggu hasil laboratorium forensik dari Bid Labfor Polda Jawa Tengah serta pemeriksaan sampel dari Biddokkes untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Iptu Komang kepada awak media, Jumat (29/5/2026).

​Iptu Komang menegaskan bahwa petugas tidak menemukan adanya perangkat pemanas air atau alat elektronik lain yang berpotensi memicu bahaya di dalam tenda, selain peralatan memasak yang dibawa sendiri oleh korban. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan akan rampung dalam 2 hingga 5 hari ke depan.(Red).

Baca Juga  Semarakkan Bulan Suci, Digelar "Amaliah Ramadhan" di Masjid Raya Al Jabbar