Sambil Tersenyum, Gus Yaqut Titipkan Salam untuk Gus Ipul Sebelum Masuk Mobil Tahanan

Hukum, Nasional184 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com – Sebuah momen menarik terjadi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (8/5/2026). Eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut, melontarkan pesan singkat kepada koleganya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), sesaat sebelum memasuki mobil tahanan.

​Pesan tersebut seolah menjadi titik temu dua agenda berbeda di lembaga antirasuah tersebut. Di satu sisi, Gus Yaqut hadir untuk menjalani proses hukum, sementara di sisi lain, Gus Ipul datang untuk urusan preventif.

​Senyum Tipis dan Pesan Singkat
​Setelah menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus dugaan korupsi kuota haji, Gus Yaqut keluar dari gedung KPK dengan pengawalan ketat. Meski dihujani pertanyaan oleh awak media mengenai detail perkara, ia memilih untuk irit bicara.

Baca Juga  Danantara dan Masa Depan Demokrasi Ekonomi Indonesia: Transformasi Geopolitik dan Kedaulatan Kapital

​Sambil melempar senyum kepada wartawan dan melangkah masuk ke mobil tahanan, Gus Yaqut hanya menitipkan satu pesan:

​”Assalamualaikum, saya minta, salam buat Gus Ipul ya,” ucapnya singkat sebelum pintu kendaraan tertutup.

​Berdasarkan keterangan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kehadiran Gus Yaqut kali ini bertujuan untuk perpanjangan masa penahanan. Langkah hukum ini diambil lantaran penyidik masih terus mendalami keterangan saksi-saksi guna memperkuat berkas perkara penyidikan yang tengah berjalan.

​Hampir bersamaan dengan jadwal pemeriksaan Yaqut, Mensos Saifullah Yusuf tiba di lokasi yang sama sekitar pukul 09.32 WIB. Didampingi Wamensos Agus Jabo Priyono dan jajaran direktur Kemensos, Gus Ipul menegaskan kehadirannya bukan terkait kasus hukum, melainkan upaya transparansi.

Baca Juga  Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pers Indonesia Polisikan Oknum Anggota Dewan Pers Warnai HPN 2023

​Ia menyatakan bahwa Kemensos memerlukan pendampingan KPK untuk mengawal program strategis nasional, yaitu Sekolah Rakyat, khususnya dalam hal pengadaan barang dan jasa (PBJ).
​”Kami ingin memastikan program Bapak Presiden, terutama Sekolah Rakyat, tidak dikotori oleh praktik korupsi. Itulah mengapa kami datang untuk berkonsultasi dan meminta nasihat,” ujar Gus Ipul.

​Pertemuan tak langsung kedua tokoh ini terjadi di tengah memanasnya isu di internal PBNU serta bergulirnya penyidikan kasus haji yang melibatkan sejumlah biro travel. Selain Gus Yaqut, beberapa mantan pejabat kabinet sebelumnya juga dikabarkan mulai memenuhi panggilan KPK sebagai saksi.

​KPK memastikan akan terus mengawal kasus ini secara transparan, termasuk mendalami dugaan aliran dana yang belakangan menjadi sorotan publik.(MB/Red).

Baca Juga  Diduga Malpraktik, Ibu Hamil dan Bayinya Meninggal di RS Hastien Karawang: Dinkes Turun Tangan, Publik Tuntut Keadilan