Respek Rival di Tengah Pesta Juara: Suporter Persija Beri Ucapan Selamat, Sentil Kondisi Persija

Nasional, Olahraga159 Dilihat

DEPOK, Markaberita.com – Gelombang euforia menyelimuti Kota Bandung pada Minggu (24/5/2026) yang di siarkan Langsung (Live) di stasiun tv nasional. Ribuan Bobotoh tumpah ruah ke jalanan merayakan pawai kemenangan Persib Bandung setelah resmi mengunci gelar juara Super League musim 2025/2026. Keberhasilan ini menjadi catatan sejarah baru karena Maung Bandung sukses mencetak hattrick gelar juara selama tiga tahun berturut-turut.

​Pawai yang bergerak dari Gedung Sate hingga kawasan ikonik Asia-Afrika ini menjadi simbol supremasi klub kebanggaan Jawa Barat tersebut. Persib memastikan takhta tertinggi usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026), yang mengunci perolehan 79 poin sekaligus mengungguli Borneo FC dalam rekor head-to-head.

Baca Juga  Forum Seniman Peduli Taman Ismail Mardzuki

​Di balik gegap gempita perayaan ini, suara apresiasi muncul dari kubu rival. Mahesa PN, salah satu suporter Persija Jakarta, menyampaikan ucapan selamat pada minggu (24/05/26), yang bernada reflektif atas dominasi Persib.

​”Selamat untuk Persib yang berhasil mempertahankan gelar juara tiga kali berturut-turut. Konsistensi mereka dalam tiga tahun ini memang harus diakui sebagai standar baru dalam manajemen dan performa klub di Indonesia,” ujar Mahesa.

​Namun, di balik sikap suportif tersebut, Mahesa juga menitipkan pesan kritis bagi klub dukungannya sendiri. “Sebagai pendukung Persija, tentu ada rasa prihatin melihat kondisi tim kebanggaan kami yang sudah delapan tahun ini puasa gelar dan minim prestasi. Situasi ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi manajemen Persija agar segera berbenah dan menghentikan stagnasi yang ada,” tegasnya.

Baca Juga  Editorial: World Caring Day: Antara Sejarah Empati dan Realitas yang Membusuk di Kota Depok

​Rekam Jejak Prestasi Maung Bandung

​Keberhasilan musim ini melengkapi panca takhta atau bintang kelima Persib di era Liga Indonesia (1994/95, 2014, 2023/24, 2024/25, dan 2025/26). Jika ditarik ke era amatir, trofi ini adalah gelar kesepuluh Persib di kasta tertinggi nasional, termasuk kejayaan di era Perserikatan (1937, 1959/61, 1986, 1989/90, dan 1993/94).

​Dominasi Persib dalam tiga tahun terakhir bukan hanya sekadar angka, melainkan tolak ukur bagi klub-klub lain untuk meningkatkan profesionalisme demi iklim sepak bola nasional yang lebih kompetitif dan berorientasi pada prestasi.(Red).