Polemik Film “Pesta Babi”, Tokoh Adat Papua Mengaku Jadi “Boneka” Pihak Tertentu

Nasional94 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com – Polemik di balik film dokumenter Pesta Babi kian memanas setelah salah satu tokoh perempuan adat asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta, angkat bicara. Ia mengaku kecewa dan merasa telah dimanfaatkan oleh sejumlah pihak terkait gerakan penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di daerahnya.

​Mama Sinta menegaskan bahwa keterlibatannya dalam aksi penolakan PSN selama ini tidak dilakukan atas dasar kesadaran penuh, melainkan karena ajakan dari pihak LBH Papua Pusaka. Lebih jauh, ia merasa dikhianati karena pernyataan dan wajahnya dimuat dalam film dokumenter Pesta Babi tanpa izin atau sepengetahuannya.

​”Itu tanpa izin dari saya. Saya kaget waktu film itu diputar dan ditampilkan saya di bagian depan. Mereka pikir saya boneka yang bisa ditampilkan tanpa seizin saya,” ungkap video viral youtube Mama Sinta saat memberikan klarifikasi, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga  EDITORIAL: Meludah ke Langit, Sumpah 'Satu Langkah' Jumhur yang Tergadai Kursi Menteri

​Ia juga menambahkan bahwa meski telah menempuh perjalanan ke berbagai kota seperti Jayapura, Makassar, hingga Jakarta bersama pihak terkait, dirinya tidak mendapatkan manfaat nyata bagi kehidupannya. “Saya tidak dapat apa-apa. Saya sumpah demi Tuhan tidak tahu apa-apa soal film itu. Mereka manfaatkan saya,” tegasnya.

​Setelah mengalami kejadian tersebut, Mama Sinta menyatakan telah memutus komunikasi dengan pihak LBH yang mendampinginya. Ia kini secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah atas pernyataan-pernyataan sebelumnya yang sempat menolak pembangunan PSN di Papua.

​Ia pun menunjukkan kondisi kediamannya yang saat ini masih memprihatinkan, di mana ia terpaksa menggunakan kayu bakar karena kompor miliknya telah rusak. Kondisi inilah yang mendasari perubahan sikapnya untuk mendukung penuh program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga  Tidak Ada Mutu Gugatan 100 Milyar Panda Nababan Berujung Ditolak Hakim PN Hingga MA

​”Kami mendukung (PSN) karena di kampung ini kami tidak punya apa-apa. Harapan kami hanya kepada pemerintah dan perusahaan agar masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya dan memiliki kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.

​Film Pesta Babi sendiri sempat menuai kontroversi di berbagai kalangan. Pihak pemerintah melalui Yusril Ihza Mahendra sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang penayangan film tersebut. Namun, reaksi dari tokoh adat di lapangan menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang tajam terkait dampak pembangunan lumbung pangan terhadap masyarakat asli Papua Selatan.

​Saat ini, dukungan Mama Sinta terhadap pembangunan PSN diharapkan dapat menjadi titik terang bagi masyarakat adat lainnya agar lebih bijak dalam menyikapi isu-isu strategis yang menyangkut kesejahteraan mereka ke depan.(Red).

Baca Juga  DARURAT KEDAULATAN: Sumpah Pemuda Melawan Agenda 7-I Penghancuran Bangsa