Menakar Kapabilitas Luke Thomas Mahony di Pucuk Pimpinan PT DSI: Pengalaman Trading hingga Jaringan Global Jadi Pertimbangan Utama

Bisnis, Nasional164 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, akhirnya membeberkan alasan strategis di balik penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai pimpinan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Penunjukan warga negara Australia ini dinilai bukan sekadar langkah administratif, melainkan upaya memperkuat fondasi superholding dalam mengelola komoditas nasional.

​Rosan menegaskan bahwa rekam jejak Luke Thomas yang panjang dan mendalam di industri pertambangan serta mineral menjadi poin krusial. Pengalaman manajerialnya di perusahaan multinasional raksasa seperti Vale, BHP Billiton, hingga Xstrata Coal memberikan perspektif yang dibutuhkan Danantara dalam mengarungi dinamika pasar komoditas global.

​”Kami melihat kombinasi pengalaman yang mumpuni. Dia tidak hanya memahami sisi teknis pertambangan, tetapi juga sangat kuat dalam trading komoditas internasional, manajemen risiko, serta evaluasi proyek skala besar. Jaringan (network) global yang dimilikinya menjadi nilai tambah yang sangat vital bagi DSI,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga  Bohongi Publik Dengan Klaim "Over Supply" 30%, Padepokan Hukum Indonesia Desak Presiden Prabowo Pecat Seluruh Direksi PLN 

​Tak hanya soal kompetensi teknis, kemampuan adaptasi budaya juga menjadi faktor pertimbangan. Rosan mengungkapkan bahwa Luke Thomas memiliki kedekatan personal dan profesional dengan Indonesia, termasuk kemampuan berbahasa Indonesia yang fasih.

​”Dia sangat memahami ekosistem di sini. Pengalamannya di perusahaan multinasional di Indonesia, ditambah dia bisa berbahasa Indonesia dan memiliki istri orang Indonesia, mempercepat proses adaptasinya. Kinerjanya selama di Danantara sejak 2025 sebagai SEVP Business Performance & Optimization juga sangat memuaskan,” tambah Rosan.

​Luke Thomas sendiri merupakan sosok yang memiliki latar belakang pendidikan teknik pertambangan, yang kemudian diperkaya dengan keahlian spesifik dalam negosiasi komersial dan analisis bisnis global.

​Langkah Danantara menarik talenta profesional dengan rekam jejak global ini dipandang sebagai upaya serius pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam nasional agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar internasional, sekaligus memastikan manajemen kinerja yang lebih efisien dan terukur di lingkungan BUMN ekspor.(Red).

Baca Juga  Perkuat Kesejahteraan, Kemenag dan BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 557 Ribu GTK Keagamaan