Megawati Terima Kunjungan Dubes Kuwait, Bahas Isu Geopolitik Global dan Nasib Palestina

Nasional, Politik489 Dilihat

​MARKABERITA.COM, JAKARTA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang juga Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menggelar pertemuan diplomatik dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Al-Yassin. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (18/5/2026) ini, secara khusus membahas eskalasi konflik di Timur Tengah serta penguatan komitmen terhadap kemerdekaan Palestina.

​Dalam menerima delegasi Kuwait, Megawati turut didampingi oleh jajaran teras PDIP, antara lain Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Ahmad Basarah, Direktur Hubungan Luar Negeri Hanjaya Setiawan, serta politikus M. Guntur Romli. Diketahui, sebelum bertemu Dubes Kuwait, di hari yang sama Megawati juga menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau.

Baca Juga  Panglima Satbel Pers PWDPI Mmengapresiasi dan Mendukung Ketum PWDPI Dalam Pemberantasan Korupsi di NKRI

​Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa dalam dialog tersebut Dubes Khalid Jassim Al-Yassin menyampaikan apresiasi yang tinggi dari negara-negara Arab atas konsistensi historis Indonesia membela Palestina. Kuwait bahkan menyebut situasi di Palestina saat ini sebagai bentuk kolonialisme terakhir di dunia.

​”Duta Besar Kuwait menegaskan bahwa negara-negara Arab menaruh hormat yang sangat besar kepada Bung Karno atas perjuangannya melawan kolonialisme, yang hingga kini menjadi inspirasi bagi mereka,” kata Hasto.

​Selain itu, pihak Kuwait juga memuji Bandung Spirit (Konferensi Asia-Afrika) yang diinisiasi Indonesia, di mana nilai-nilai solidaritas dan anti-penjajahan di dalamnya turut menginspirasi kemerdekaan Kuwait. Menanggapi hal tersebut, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa komitmen Indonesia tidak pernah berubah.

​”Salah satu poin fundamental yang disepakati dalam Konferensi Asia-Afrika adalah dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina,” tegas Megawati.

Baca Juga  Kota Cimahi merayakan HUT RI ke-79 di Lapangan Rajawali.

​Pembahasan antarkedua pihak kemudian berlanjut pada situasi ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah. Menanggapi eskalasi ini, Megawati menyoroti dampak buruk perang dari kacamata kemanusiaan.

​”Sebagai seorang ibu, saya merasakan kesedihan yang mendalam atas dampak perang yang tidak menentu ini, terutama terhadap nasib anak-anak dan para ibu di negara-negara yang dilanda konflik,” tutur Megawati.

​Di tempat yang sama, Dubes Khalid menegaskan posisi netral Kuwait yang menolak wilayahnya dijadikan basis serangan bagi pihak manapun. Namun, ia menyayangkan bahwa dalam dua bulan terakhir, infrastruktur sipil Kuwait seperti bandara, gedung pemerintah, dan instalasi minyak justru terus menjadi sasaran serangan.

Baca Juga  Tidak Ada Mutu Gugatan 100 Milyar Panda Nababan Berujung Ditolak Hakim PN Hingga MA

​”Serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB dan prinsip hukum internasional dengan dalih mengincar kepentingan AS. Kami berharap Indonesia, dengan posisi internasionalnya yang dihormati, dapat mendukung upaya perdamaian di Timur Tengah,” jelas Dubes Khalid.

​Selain isu gencatan senjata, pertemuan strategis ini juga menyentuh persoalan ekonomi global, khususnya mengenai Selat Hormuz. Pihak Kuwait menekankan pentingnya pembukaan kembali selat tersebut sebagai jalur perdagangan internasional demi menjaga stabilitas pasar energi dunia.

​Hasto Kristiyanto menutup dengan menyampaikan bahwa intensnya kunjungan para duta besar negara sahabat ke Menteng membuktikan bahwa ketokohan dan pemikiran geopolitik Megawati Soekarnoputri tetap menjadi perhatian penting di kancah internasional. (MB/Red)