CBA: Ketimpangan Anggaran IKN, Biaya Furnitur Kantor Wapres Tembus Rp33,3 Miliar, Masjid Negara Cuma Rp1,8 Miliar

Daerah, Nasional88 Dilihat

​JAKARTA, markaberita.com – Kritik tajam dilontarkan oleh Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, terkait alokasi anggaran belanja furnitur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Uchok menyoroti disparitas nilai yang mencolok antara fasilitas kantor untuk Wakil Presiden dengan sarana rumah ibadah.

​Dalam keterangannya pada Sabtu (23/5/2026), Uchok memaparkan bahwa anggaran furnitur untuk Kantor Istana Wakil Presiden di IKN pada tahun 2026 mencapai Rp33,3 miliar. Angka fantastis tersebut dinilai tidak sebanding jika disandingkan dengan anggaran furnitur dan perlengkapan ibadah untuk Masjid Negara IKN yang hanya dialokasikan sebesar Rp1,8 miliar.

​“Anggaran buat furnitur Kantor Istana Wakil Presiden mencapai Rp33,3 miliar. Sedangkan furnitur ditambah perlengkapan ibadah pada Masjid Negara IKN hanya Rp1,8 miliar. Perabot kantor bernilai belasan kali lipat lebih mahal dibandingkan perlengkapan untuk rumah Allah,” ujar Uchok.

Baca Juga  Hari ke 4 Longmarch, Sejumlah Guru Honor Agama Islam Bekasi, Audensi Bersama Staf Presiden

​Uchok menilai perbedaan angka yang sangat kontras ini menunjukkan adanya ketimpangan prioritas dalam pembangunan fasilitas di IKN. Ia mengibaratkan perbedaan kedua fasilitas tersebut seperti “langit dan bumi”.

​“Satu sisi dihiasi kemewahan yang melimpah, sementara sisi lainnya hanya mendapat alokasi seadanya, padahal Masjid Negara tersebut nantinya akan digunakan oleh ribuan orang untuk beribadah,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Uchok mengaitkan besarnya anggaran tersebut dengan kenyamanan pejabat negara. Ia menyindir bahwa dengan fasilitas semewah itu, kantor Wakil Presiden di IKN akan terasa seperti istana sultan.

​Uchok juga mengkritisi pola pikir pemerintah yang dinilai lebih memprioritaskan kemewahan fasilitas pejabat dibandingkan fasilitas publik atau kepentingan keagamaan. Menurutnya, hal ini menimbulkan citra negatif di tengah masyarakat.

Baca Juga  Satu Keluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, Ini Dugaan Polisi

​“Dengan anggaran semewah itu, ruang kantor tersebut seolah bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang yang mengedepankan kemegahan. Ada kesan bahwa kemewahan fasilitas pejabat lebih diprioritaskan dibandingkan fasilitas untuk kepentingan umum dan nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak otoritas terkait di IKN belum memberikan keterangan resmi mengenai perbandingan alokasi anggaran tersebut. Publik pun kini menanti transparansi pemerintah terkait urgensi dan spesifikasi teknis dari belanja furnitur di proyek strategis nasional tersebut.(Red).