Buntut Konten TikTok, Belasan Anggota Ormas Gerek Anak Penulis Ahmad Bahar Jadi Jaminan Temui Hercules

Hukum, Megapolitan702 Dilihat

DEPOK, Markaberita.com– Kediaman penulis buku Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Depok, mendadak mencekam pada Minggu (17/5/2026) siang. Belasan pria yang mengatasnamakan diri sebagai anggota ormas GRIB Jaya menggeruduk rumah tersebut dan membawa paksa putri sulung sang penulis sebagai “jaminan” agar Ahmad Bahar bersedia menghadap Ketua Umum mereka, Rosario de Marshall alias Hercules.

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini diduga kuat dipicu oleh ketegangan akibat konten di media sosial TikTok serta isu peretasan ponsel.

​Kronologi Penggerudukan dan Penjemputan Paksa

​Saat insiden terjadi, Ahmad Bahar sedang tidak berada di lokasi karena tengah dalam perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Sementara itu, sang istri, Yenni Nur, juga sedang berada di luar kota. Rumah tersebut hanya dihuni oleh ketiga anak mereka.

Baca Juga  Perkemahan Teloransi Moderasi Dibatalkan

​Menurut kesaksian Yenni, rombongan GRIB Jaya sempat merangsek masuk dan menggeledah seluruh ruangan. Karena gagal menemukan Ahmad Bahar, mereka memutuskan membawa putri Yenni yang berusia 33 tahun ke markas mereka.

​”Mereka mencari suami saya tapi tidak ada. Akhirnya anak saya dipaksa ikut ke markas mereka supaya suami saya mau datang menemui Hercules. Ironisnya, hari itu pas hari ulang tahun anak saya,” ungkap Yenni saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

​Melihat situasi yang tidak kondusif, Ketua RW setempat akhirnya berinisiatif ikut masuk ke dalam kendaraan ormas tersebut untuk mendampingi sang anak demi memastikan keselamatan fisiknya selama dalam perjalanan.

​Yenni membeberkan bahwa aksi penjemputan paksa ini berakar dari dua perselisihan utama yang melibatkan suaminya dan pihak Hercules:

Baca Juga  Punya Utang Bukan Berarti Bisa Asal Comot, Aksi Bank Mandiri Dibedah Habis Pakar Hukum!

​Isu Peretasan Ponsel: Pekan lalu, nomor ponsel milik anak perempuan mereka diduga diretas oleh pihak tidak dikenal dan digunakan untuk mengirimkan pesan berisi ancaman kepada Hercules.

​Konten TikTok: Adanya unggahan video di platform TikTok oleh Ahmad Bahar yang dinilai menyinggung atau menyudutkan pimpinan ormas tersebut.

​Kasus ini langsung menarik perhatian publik dengan munculnya dua klaim yang bertolak belakang setelah peristiwa tersebut mencuat:

  1. ​Versi Keluarga Korban: Menilai tindakan ormas tersebut sebagai aksi intimidasi, penggeledahan ilegal, dan penyanderaan warga sipil yang tidak tahu-menahu urusan orang tuanya.
  2. ​Versi GRIB Jaya: Pihak ormas secara tegas membantah adanya narasi pengepungan atau penyanderaan. Mereka mengklaim kedatangan belasan anggotanya murni untuk melakukan tabayyun (klarifikasi) secara langsung terkait dugaan ancaman dan konten yang beredar.
Baca Juga  KONSUMEN MENDAPAT ANCAMAN, OJK JANGAN TUTUP MATA: TUNTUTAN AUDIT INSURTECH DAN PERLINDUNGAN KONSUMEN MENDESAK

​Saat ini, Ahmad Bahar dikabarkan telah buka suara dan siap meluruskan duduk perkara yang sebenarnya guna meredakan ketegangan antar kedua belah pihak.(Red).