BUMN Ekspor Strategis Diserahkan ke WNA, Danantara Tunjuk Eks Bos Vale Asal Australia Pimpin PT DSI

Ekonomi, Nasional79 Dilihat

JAKARTA, Markaberita.com – CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, resmi menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Badan BUMN baru bentukan Presiden Prabowo Subianto ini didirikan secara khusus dengan misi besar mengelola, memperkuat, serta mengoptimalkan sektor ekspor komoditas dan sumber daya alam (SDA) strategis nasional di pasar global.

​Penunjukan eksekutif asal Australia tersebut diumumkan langsung oleh Rosan seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026).

Saat ditanya oleh awak media mengenai sosok yang akan menakhodai PT DSI, Rosan menegaskan bahwa untuk saat ini posisi pucuk pimpinan dipercayakan kepada Luke Thomas Mahony. Meskipun demikian,

Baca Juga  Anggaran LCC 4 Pilar MPR Rp30 Miliar: CBA Sebut Hadiah Juara 'Recehan', Harga Trofi Justru Melonjak

pemerintah belum membeberkan jadwal peluncuran resmi maupun susunan lengkap manajemen PT DSI karena proses penguatan struktur organisasi dan tim internal superholding Danantara masih terus berjalan.

​Guna memastikan langkah badan baru ini berjalan selaras dengan dunia usaha, Danantara saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi sekaligus menghimpun masukan dari berbagai asosiasi industri raksasa domestik.

Beberapa di antaranya meliputi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), hingga jajaran asosiasi pengusaha kelapa sawit nasional. Rosan berjanji akan mengumumkan jajaran manajemen penuh PT DSI ke publik dalam waktu dekat agar masyarakat dan pelaku usaha bisa melihat langsung rekam jejak serta kemampuan tim yang mumpuni dalam membangun Danantara.

Baca Juga  JAM-Pidum Menyetujui 6 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

​Sosok Luke Thomas Mahony sendiri bukanlah orang baru di industri komoditas global. Berdasarkan profil profesionalnya, ia merupakan eksekutif pertambangan internasional yang kaya pengalaman dalam mengelola operasi tambang terbuka (open-pit) maupun bawah tanah (underground) di berbagai belahan dunia. Karir akademiknya ditopang kuat oleh gelar Sarjana Teknik Pertambangan dan Geomekanika (2002) serta gelar Master Bisnis Keuangan (2024), di mana keduanya ia selesaikan di universitas bergengsi University of New South Wales (UNSW), Australia. Kombinasi langka antara keahlian teknis pertambangan dan pemahaman finansial makro ini menjadikannya figur yang tepat di mata pemerintah.

​Perjalanan karir Luke tercatat sangat mentereng di sejumlah raksasa tambang dunia. Ia sempat lama berkiprah di BHP Billiton sebagai Manager Production Projects & Prestrip, hingga menduduki posisi top global di Vale sebagai Global Head of Technology & Innovation dan Chief Technical Officer (CTO) Vale Base Metals. Kiprahnya di Indonesia mulai menarik perhatian saat ia ditarik menjadi Chief Strategy and Technical Officer di PT Vale Indonesia Tbk.

Baca Juga  Tren Kenaikan Harga XRP dan Potensinya untuk Mencapai Rekor Baru

​Hubungan Luke dengan superholding Danantara sendiri sudah terbangun sejak September 2025, saat ia dipercaya menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia. Dengan rekam jejak global yang kuat dan pemahaman mendalam pada sektor SDA domestik, Luke Thomas Mahony kini mengemban tugas besar dari Presiden Prabowo untuk mengamankan nilai tambah komoditas Indonesia sekaligus menutup celah kebocoran ekspor nasional.(Red).