Bukan Sekadar Soal Aturan, BAJA Ajak Walikota Jakarta Pusat Kedepankan Empati dalam Menata Ruang Publik

Megapolitan105 Dilihat

​JAKARTA, Markaberita.com – Insiden penertiban pedagang es krim oleh petugas Satpol PP di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin pada Minggu (24/5/2026) menyisakan catatan penting bagi kita bersama. Di balik seragam dan aturan yang ditegakkan, ada sisi kemanusiaan yang semestinya menjadi fondasi utama dalam setiap tindakan aparat pemerintah di lapangan.

​Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Umum Barisan Jakarta (BAJA), R. Lintang Fisutama, mengajak kita untuk melihat masalah ini dari sudut pandang yang lebih luas dan bijak. Menurutnya, menata kota bukan berarti harus mematikan denyut nadi ekonomi rakyat kecil yang sedang berjuang di tengah tantangan ekonomi saat ini.

 

​”Kita semua sepakat bahwa ketertiban kota adalah tujuan bersama. Namun, harus kita pahami bahwa pedagang kecil yang berada di ruang publik sering kali merupakan potret warga yang sedang berjuang bertahan hidup secara mandiri. Edukasi dan pendekatan persuasif jauh lebih bermakna daripada tindakan fisik yang justru menimbulkan trauma,” ujar Lintang Fisutama, Senin (25/5/2026).

Baca Juga  HUT ke-499 Jakarta: FPPJ Soroti Banyak 'PR' Kepemudaan yang Belum Tuntas di Tengah Transisi Menuju Kota Global

​Lintang secara khusus menyoroti peran strategis Walikota Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., sebagai sosok yang memegang kendali wilayah. Ia berharap, di bawah kepemimpinan beliau, penertiban tidak lagi sekadar menjadi aksi lapangan, melainkan sebuah proses edukatif yang berorientasi pada solusi (problem solving).

​”Kami mengajak Bapak Walikota Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., untuk menjadi ‘ayah’ bagi warganya di wilayah ini. Mari kita edukasi para pedagang dengan solusi nyata—seperti penyediaan zonasi yang layak atau pelatihan pemberdayaan—daripada sekadar melakukan penarikan paksa. Kepemimpinan yang kuat bukan dilihat dari seberapa tegas kita menertibkan, melainkan seberapa mampu kita merangkul warga untuk tumbuh bersama dalam aturan yang ada,” lanjut Lintang dengan nada yang persuasif namun tetap tegas.

Baca Juga  Dugaan Monopoli Proyek 'Si Menulis' SD di DKI Jakarta Senilai Rp21,4 Miliar: ASNI Ungkap Modus Cashback dan Arahan Dinas

​Barisan Jakarta (BAJA) percaya bahwa dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, Jakarta tidak hanya akan menjadi kota yang rapi, tetapi juga kota yang ramah dan menyejukkan hati bagi seluruh lapisan masyarakatnya.

​”Kami berharap insiden ini menjadi momentum bagi Bapak Drs. Arifin, M.A.P., untuk memperkuat standar operasional yang lebih santun bagi jajaran Satpol PP di wilayah Jakarta Pusat. Kami yakin, dengan komunikasi yang baik, setiap warga akan dengan sukarela mematuhi aturan. Mari kita buktikan bersama bahwa Jakarta adalah kota yang menghargai kerja keras rakyat kecil,” tutup Lintang.(Red)