MARKABERITA.COM, BEKASI– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bergerak cepat merespons insiden kecelakaan hebat yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Pada Selasa pagi, Kepala Negara turun langsung meninjau kondisi para korban sekaligus memberikan instruksi strategis terkait keselamatan transportasi nasional.
Presiden Prabowo tiba di RSUD Kota Bekasi sekitar pukul 08.42 WIB, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam kunjungannya, Presiden memastikan bahwa penanganan medis berjalan optimal dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga terdampak.
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa pagi:
- 7 orang dilaporkan meninggal dunia.
- 81 orang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
- 3 orang masih dalam proses evakuasi karena terjepit di dalam rangkaian kereta.
Presiden menegaskan bahwa Pemerintah akan menjamin seluruh biaya perawatan serta memberikan kompensasi penuh bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Anggaran Keselamatan Rp4 Triliun
Bukan sekadar peninjauan, Presiden Prabowo langsung mengambil tindakan nyata untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pemerintah resmi menyetujui percepatan pembangunan flyover di titik-titik rawan Bekasi guna memutus risiko pada perlintasan sebidang di kawasan padat penduduk.
Kebijakan ini merupakan bagian dari megaproyek perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta api di seluruh Pulau Jawa yang selama puluhan tahun belum tertangani secara tuntas. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk memodernisasi infrastruktur keselamatan transportasi nasional.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto:
“Keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi dan tidak bisa ditawar. Masalah perlintasan yang tidak terjaga ini sudah tertunda puluhan tahun, dan hari ini kita ambil langkah konkret. Pembangunan flyover dan pengamanan 1.800 titik perlintasan adalah bukti bahwa negara hadir untuk menjamin keamanan publik di setiap lini transportasi.”
Langkah taktis ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pembenahan sistem keselamatan publik dilakukan secara radikal dan menyeluruh, demi memastikan transportasi nasional yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.(Red).






