Protes Bobotoh “Shut Up KDM” Viral, Dedi Mulyadi Pilih Respons dengan Rendah Hati

Daerah, Olahraga451 Dilihat

MARKABERITA.COM – Laga panas antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026), diwarnai aksi protes dari tribun utara. Sebuah spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” membentang sepanjang pertandingan, yang diduga sebagai teguran bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar tidak terlalu mencampuri urusan internal tim melalui publikasi bonus di media sosial.

​Menanggapi hal tersebut, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini justru memberikan respons terbuka dan apresiatif. Melalui unggahan di media sosialnya pada Minggu (26/4/2026), KDM menyampaikan rasa terima kasih atas kritik yang disampaikan oleh Bobotoh.

“Teman-teman Bobotoh yang ada di tribun utara GBLA saat pertandingan melawan Arema, saya ucapkan terima kasih atas spanduk yang dibentangkannya. Spanduk tersebut saya yakin didasarkan sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik,” ungkap KDM dengan nada tenang.

Baca Juga  CBA Desak Kapolda Kaltim Bebaskan 11 Aktivis, Soroti Kucuran Dana Hibah Rp49,9 Miliar dari Pemprov

​Terkait polemik bonus yang sempat viral, KDM menjelaskan bahwa inisiatif tersebut sebenarnya datang dari tokoh nasional, Maruarar Sirait atau Bang Ara. Menurutnya, publikasi di media sosial dilakukan untuk transparansi komitmen dukungan terhadap target besar Persib.

“Saya sampaikan mengenai apa yang disampaikan di media sosial tentang bonus kepada pemain Persib Bandung sebesar Rp1 miliar yang saya sebut berasal dari Asep Ara Sirait. Bonus tersebut berawal dari pertemuan kami bertiga dengan top manajemen Persib Bandung,” jelasnya.

​Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen memaparkan beratnya tantangan bagi Persib untuk meraih hattrick juara tiga kali berturut-turut, sehingga diperlukan dukungan moral maupun material yang tinggi. KDM merinci bahwa Bang Ara berkomitmen memberikan bonus Rp1 miliar untuk setiap kemenangan di laga tandang, dengan total rencana lima kali pemberian bonus atau senilai Rp5 miliar.

Baca Juga  Netralitas ASN Masih Dipertanyakan, Bawaslu Masih Mengkaji

KDM juga menegaskan bahwa dirinya telah memastikan aspek legalitas dari apresiasi tersebut kepada pihak klub.

“Saya sampaikan bahwa menurut manajemen, hal itu diperbolehkan dan tidak ada pelanggaran,” pungkasnya.

​Meski sempat memicu perdebatan di kalangan pendukung, klarifikasi KDM ini menegaskan bahwa langkahnya murni bertujuan untuk menyemangati skuad Maung Bandung yang kini tengah berjuang mempertahankan posisi di puncak klasemen.(Red).