Digitalisasi Prestasi, Reda Manthovani Luncurkan Program ‘JAGAIN’ untuk Atlet Disabilitas

NPCI, Olahraga169 Dilihat

MarkaBerita.com, ​KARANGANYAR – Sebuah terobosan baru dalam dunia olahraga disabilitas resmi diperkenalkan. Reda Manthovani meluncurkan program digital bertajuk Jaga Inklusi (JAGAIN) sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan dan memacu prestasi atlet paralimpiade di seluruh pelosok negeri.

​Program ini dipaparkan langsung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia yang berlangsung di Karanganyar, Rabu (29/4). Kehadiran JAGAIN diharapkan menjadi solusi atas tantangan disparitas pembinaan atlet yang selama ini masih terjadi antarwilayah.

​Dalam penjelasannya, Reda Manthovani menekankan bahwa kunci utama pembinaan atlet yang terarah adalah integrasi data. Selama ini, minimnya sistem pendataan yang seragam di tingkat daerah menjadi kendala dalam memetakan potensi atlet secara akurat.

​“Dengan adanya basis data yang kuat, NPC memiliki legal standing yang kokoh untuk melaksanakan pembinaan yang seragam dan merata. Tidak boleh ada lagi atlet potensial yang terlewat hanya karena kendala administratif,” tegas Reda.

​JAGAIN bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan sebuah ekosistem digital yang dirancang untuk:

  • ​Monitoring Real-Time: Menghubungkan pengurus NPC pusat dan daerah untuk memantau fasilitas serta program latihan.
  • ​Komunikasi Dua Arah: Menjadi wadah aspirasi bagi daerah untuk melaporkan kendala di lapangan secara langsung ke pusat.
  • ​Kebijakan Berbasis Data: Memastikan setiap kebijakan yang diambil pemerintah dan NPC tepat sasaran sesuai kebutuhan riil atlet.
Baca Juga  Prancis Mengalahkan Belgia 1-0 Berkat Gol Bunuh Diri Vertonghen

​Sinergi dengan Kejaksaan RI: Kawal Inklusivitas

​Langkah menarik diambil dengan melibatkan Kejaksaan Republik Indonesia dalam implementasi JAGAIN. Keterlibatan institusi penegak hukum ini bertujuan untuk memastikan prinsip kesetaraan dan inklusivitas berjalan sesuai koridor hukum.

​Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan, yang memungkinkan institusi tersebut memberikan dukungan pada program pemerintah di sektor sosial dan inklusi. Koordinasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dukungan bagi atlet.

​Capaian gemilang Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 dengan raihan 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu menjadi bukti bahwa potensi atlet disabilitas Indonesia sangat besar. Program JAGAIN hadir untuk menjaga momentum positif tersebut.

Baca Juga  Viral Dokumen Penonaktifan Pelatih Panjat Tebing di Malang, Diduga Terlibat Kasus Pencabulan Anak

​Dukungan pun mengalir dari pengurus daerah. Ketua NPC Jawa Timur, Imam Kuncoro, dan Ketua NPC Papua Pegunungan, Alex Alua, sepakat bahwa JAGAIN adalah solusi konkret bagi daerah yang masih minim sarana dan prasarana.

​“Harapan kami, perhatian pemerintah daerah semakin besar. JAGAIN akan menjadi jembatan agar setiap atlet, dari Sabang sampai Merauke, memiliki kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama bangsa,” tutup Reda.(MB/Red).