CBA: Panic Buying BBM Akibat Pernyataan Bahlil, Dasco Jangan Salahkan Rakyat

Ekonomi, Nasional901 Dilihat

​MARKABERITA.ID| Jakarta, 6 Maret 2026 – Center for Budget Analysis (CBA) mengkritik keras imbauan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta masyarakat tidak melakukan panic buying BBM menjelang Idul Fitri. CBA menilai fenomena antrean panjang di SPBU bukan kesalahan masyarakat, melainkan dampak dari komunikasi publik yang buruk oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan bungkamnya Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

​Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, menegaskan bahwa masyarakat hanya berusaha bertahan hidup di tengah ketidakpastian ekonomi. Menurutnya, menyalahkan perilaku konsumsi masyarakat saat ini adalah langkah yang tidak tepat.

​”Jangan menyalahkan masyarakat. Mereka hanya butuh survive agar roda ekonomi tetap jalan di tengah kondisi yang sulit. Rakyat bereaksi karena ada pemicunya,” ujar Jajang dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga  LQ Indonesia Law Firm Berduka Cita Atas Wafatnya Agus Handaja CO Founder LQ Jakarta Pusat

​Jajang menyebut kepanikan publik berakar dari pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari. Informasi ini, ditambah dengan isu tertahannya dua kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz, menciptakan ketakutan akan kelangkaan energi.

​”Panic buying ini adalah akibat ‘Bahlil Efek’. Pernyataan bahwa stok hanya cukup 20 hari dan isu kapal Pertamina yang tidak bisa lewat Selat Hormuz itulah yang membuat masyarakat menyerbu SPBU,” tegas Jajang.

​Selain mengkritik Menteri ESDM, CBA juga menyoroti minimnya peran Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri. Jajang menilai Simon terlalu pasif dalam memberikan penjelasan kepada publik di saat situasi sedang kritis.

  • ​Minim Komunikasi: Publik membutuhkan klarifikasi teknis langsung dari Pertamina, bukan hanya pernyataan politik.
  • ​Dualisme Informasi: Jajang menyentil kondisi di mana Menteri ESDM lebih dominan berbicara mengenai teknis BBM dibanding Dirut Pertamina sendiri.
  • ​Spekulasi Publik: Absennya suara Simon memicu pertanyaan di masyarakat mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali di tubuh perusahaan energi negara tersebut.
Baca Juga  Everyone is C.E.O (Chief Examples of Others), Inilah Slogan yang Selalu Dipegang oleh Evlin, CEO Indogo Sekaligus Pemenang TOYP 2023

​”Masa urusan operasional Pertamina yang lebih banyak bicara Menteri ESDM? Publik sampai bingung siapa Dirutnya. Sepertinya harga kata-kata dari mulut Dirut Pertamina saat ini sangat mahal,” pungkas Jajang.

​Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad meminta warga untuk tenang dan memastikan bahwa DPR bersama pemerintah sedang menggodok skenario ketersediaan BBM agar tetap mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri. Namun, bagi CBA, skenario di atas kertas tidak akan efektif selama komunikasi pejabat publik masih menimbulkan kegaduhan.(Red).