MARKABERITA.ID | Jakarta, 12 Februari 2026 – Dalam rangka mengevaluasi satu tahun kepemimpinan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno (Pram-Doel), Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS) menggelar diskusi publik bertajuk “Jakarta Menuju Kota Global dan Modern (Global City for All)” di Journey Coffee, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (12/2).
Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, M. Fajar Sauri, memaparkan visi strategis pemerintah dalam memenuhi hak warga atas ketersediaan ruang publik yang hijau dan inklusif. Dalam diskusi yang dipandu oleh moderator Andi Nugroho (Andi Uban) tersebut, Fajar Sauri menegaskan komitmennya untuk mencapai target cakupan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen di Jakarta.
”Memasuki satu tahun kepemimpinan Pram-Doel, kami terus berupaya memenuhi amanat undang-undang terkait penyediaan 30 persen ruang terbuka hijau di Jakarta. Fokus kami saat ini adalah mengoptimalkan ‘RTH Mikro’. Jika sebelumnya standar taman harus luas, kini lahan seluas 50 meter persegi pun kami optimalkan menjadi ruang terbuka hijau agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di pemukiman padat,” ujar M. Fajar Sauri.
Fajar juga menekankan bahwa peran serta masyarakat sangat krusial dalam menjaga dan mendukung perluasan paru-paru kota. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan taman di Jakarta saat ini tidak hanya sekadar penanaman pohon, tetapi juga menciptakan ruang interaksi sosial yang berbudaya.
”Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan agar program RTH ini bisa berjalan masif. Sebagai langkah nyata dalam waktu dekat, kami akan meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan. Taman ini akan menjadi simbol ruang publik yang modern namun tetap memiliki nilai historis, di mana nantinya akan kami buka dengan dialog publik dan acara buka puasa bersama gratis bagi warga,” tambah Fajar.
Hingga saat ini, Distamhut DKI Jakarta terus mengejar target jangka panjang menuju tahun 2045 dengan beberapa langkah strategis:
Optimalisasi Lahan Mikro: Mengubah lahan-lahan kecil di tengah pemukiman menjadi taman yang fungsional.
Revitalisasi Taman Eksisting: Menata ulang taman seperti Taman Ayodhya dan taman-taman di Jakarta Selatan agar lebih ramah lingkungan dan nyaman bagi penyandang disabilitas.
Jakarta Hijau 2045: Memastikan setiap jengkal tanah yang memungkinkan untuk dijadikan RTH segera dieksekusi demi mencapai target 30 persen wilayah DKI Jakarta.
Moderator diskusi, Andi Nugroho (Andi Uban), menutup sesi dengan menegaskan bahwa keberhasilan Jakarta menjadi Kota Global sangat bergantung pada bagaimana kota tersebut mampu menyeimbangkan pembangunan fisik dengan pelestarian lingkungan hidup.(Red).






