MARKABERITA.ID | Jakarta Timur, 29 Januari 2026 – Wajah pusat perkantoran Jakarta Timur pagi ini mendadak riuh dengan kemunculan belasan spanduk bernada protes keras yang menargetkan instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur. Spanduk-spanduk tersebut terpasang di titik-titik vital, mulai dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) hingga akses utama menuju kantor Wali Kota.
Pesan Menohok: “Berduit Baru Dilayani”
Aksi massa “senyap” ini menyita perhatian pengguna jalan karena pesannya yang sangat lugas dan provokatif. Beberapa poin utama yang tertulis dalam spanduk antara lain:
Tudingan Korupsi: “Kepala BPN Jaktim Taubat Sebelum Terlambat, Berduit Baru Dilayani.”
Isu Mafia Tanah: “Bersihkan BPN Jaktim dari Mafia Tanah & Antek Nusron.”
Mosi Tidak Percaya: Tagar #COPOTHERMAWAN mendominasi hampir di seluruh atribut yang terpasang, menuntut pencopotan pejabat terkait.
Berdasarkan pantauan di lapangan sejak pukul 09.24 WIB, sebaran spanduk ini terlihat sangat terencana, menduduki lokasi strategis di Kecamatan Cakung, di antaranya:
JPO Halte Transjakarta Walikota Jakarta Timur: Menargetkan ribuan pengguna transportasi publik dan pegawai pemkot.
Jalan Sentra Primer Timur (Pulo Gebang): Jalur utama kendaraan logistik dan akses menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang.
Kolong Flyover Cakung: Terpasang pada area konstruksi dan pagar pembatas jalan yang mudah terlihat oleh pengendara arah Cilincing.
Suara Ketidakpuasan Publik
Munculnya spanduk-spanduk ini mengindikasikan adanya puncak kekecewaan masyarakat terkait birokrasi pertanahan di Jakarta Timur. Isu “Mafia Tanah” yang diangkat menjadi sorotan utama, terutama dengan adanya penyebutan nama-nama spesifik yang diduga berafiliasi dengan praktik tersebut.
Kondisi cuaca Jakarta Timur yang diguyur gerimis tidak menyurutkan pandangan warga terhadap rentetan protes visual ini. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak BPN Jakarta Timur.(Red).





