Markaberita.id | Jakarta, 2 Januari 2025 – Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penelusuran terhadap harta kekayaan selebritas sekaligus pejabat publik, Raffi Ahmad. Desakan ini mencuat setelah komedian Pandji Pragiwaksono membawakan materi stand-up comedy yang menyinggung skema pencucian uang (money laundering) dengan mencatut nama Raffi sebagai perumpamaan.
Dalam video yang beredar di kanal iWarta dan media sosial, Pandji Pragiwaksono memaparkan analogi bagaimana uang hasil kejahatan—seperti bisnis narkoba oknum aparat—dapat “dibersihkan” agar tidak terdeteksi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Pandji menjelaskan bahwa uang haram dalam jumlah besar biasanya dipecah ke berbagai lini bisnis. Dalam materi tersebut, ia menggunakan nama Raffi Ahmad sebagai contoh pengusaha yang mengelola aset-aset tersebut.
”Misalnya, orang itu bernama Raffi Ahmad. Ini misalnya ya,” tegas Pandji dalam penampilannya, menekankan bahwa penyebutan nama tersebut hanyalah sebuah permisalan dalam konteks komedi.
Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai polemik yang muncul di media sosial ini tidak boleh diabaikan. Ia menyoroti adanya ketimpangan informasi terkait estimasi kekayaan Raffi yang disebut mencapai Rp1 triliun, namun berbanding terbalik dengan isu setoran pajaknya yang dikabarkan hanya di angka Rp1 miliar.
Uchok menekankan bahwa status Raffi Ahmad saat ini sebagai pejabat publik menuntut transparansi yang lebih tinggi dibandingkan saat ia hanya berprofesi sebagai artis.
”Karena Raffi sudah menjadi pejabat publik, sebaiknya KPK segera memanggil yang bersangkutan. Perlu diselidiki atau ditanyakan dari mana sumber kekayaannya dan ditelusuri harta lainnya,” ujar Uchok.
Menurut Uchok, langkah proaktif dari aparat penegak hukum, khususnya KPK, sangat penting untuk:
- Menjaga Kepercayaan Publik: Memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang atau keterlibatan dalam skema keuangan ilegal.
- Klarifikasi Isu: Memberikan kepastian hukum agar spekulasi di masyarakat tidak menjadi bola liar yang merugikan reputasi individu maupun institusi pemerintah.
- Transparansi Aset: Memvalidasi laporan kekayaan yang bersangkutan sesuai dengan profil penghasilannya.
Hingga saat ini, pihak Raffi Ahmad belum memberikan pernyataan resmi terkait materi komedi Pandji Pragiwaksono maupun dorongan dari CBA untuk pemeriksaan kekayaannya.(Red).


