Krisis Listrik Aceh Mencekam: CBA Minta Prabowo Copot Darmawan Prasodjo, PLN Dinilai Tunjukkan ‘Ketidakpedulian’ di Tengah Penderitaan Warga

Daerah, Nasional299 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 14 Desember 2025 — Pelayanan kelistrikan di Aceh pascabencana alam mendapat kecaman keras dan sorotan nasional. Center for Budget Analisis (CBA) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyusul buruknya penanganan pemadaman listrik berkepanjangan yang kini memasuki hari ke-16.

​Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menyebut kinerja pimpinan BUMN strategis itu sangat lamban dan minim empati terhadap kondisi darurat yang dialami warga Serambi Mekkah.

​Uchok Sky mengungkapkan bahwa alih-alih membaik, kondisi kelistrikan di Banda Aceh justru semakin memprihatinkan. Sebagian besar wilayah Ibu Kota Provinsi Aceh tersebut telah mengalami pemadaman listrik total selama empat malam berturut-turut, tanpa adanya solusi yang jelas dari pihak PLN.

Baca Juga  JELANG PENCOBLOSAN 20 SEPTEMBER, SURANTO & PARTNERS GEBRAK PESAN PILKADES DAMAI: “MENANG RENDAH HATI, KALAH BERJIWA BESAR!”

​Menurutnya, krisis ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan kegagalan mendasar dalam menjamin hak-hak masyarakat atas kebutuhan pokok.

​“Listrik itu sangat berhubungan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Tapi faktanya, perusahaan listrik yang dipimpin Darmawan Prasodjo sudah empat malam berturut-turut tidak menyalakan listrik di Banda Aceh. Ini jelas menunjukkan kegagalan melayani rakyat,” tegas Uchok Sky, Minggu (14/12/2025).

​Lebih lanjut, CBA menyoroti dampak domino dari pemadaman ini, terutama terganggunya akses masyarakat terhadap air bersih. Tanpa listrik, mesin pompa air tidak dapat beroperasi, menambah penderitaan warga di tengah masa pemulihan pascabencana.

​Uchok Sky mengkritik keras respons Darmawan Prasodjo yang dinilai tidak menunjukkan sense of crisis. Ia membandingkan kecepatan kinerja Dirut PLN dengan binatang yang terkenal lambat.

Baca Juga  Jelang Bulan Ramadhan,BEM STIT Mamba'ul Hikam PALI Gelar Baksos Di Kelurahan Talang Ubi Selatan

​“Kinerja Darmawan Prasodjo ini seperti keong, selalu lambat dan seolah berjalan sesuka hati. Padahal warga Aceh sangat membutuhkan listrik. Tanpa listrik, kebutuhan air bersih pun terganggu,” ujarnya.

​Hal paling mengecewakan, kata Uchok, adalah sikap bungkam pimpinan PLN. Hingga rilis ini dikeluarkan, tidak ada penjelasan resmi yang memberikan kepastian waktu pemulihan kepada masyarakat Aceh.

​“Anehnya, sampai sekarang Dirut PLN diam seribu bahasa. Tidak ada penjelasan ke masyarakat Aceh kapan listrik bisa kembali menyala. Ini sikap yang tidak pantas ditunjukkan oleh pimpinan BUMN strategis,” tandasnya.

​Ketidakpedulian PLN juga terlihat jelas setelah munculnya aksi protes yang dilakukan sejumlah pemuda Aceh di Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh pada Jumat malam (12/12/2025). Aksi ini merupakan luapan kekecewaan rakyat, namun tuntutan tersebut diabaikan.

Baca Juga  Kartel Penjual Obat Golongan HCL (Pil Koplo) di Jakarta Timur Kebal Hukum, Aktivis 98: Kinerja Aparat Penegak Hukum Patut Dipertanyakan?

​“Walaupun sudah ada aksi protes dari pemuda Aceh, Dirut PLN tetap tidak memberikan komentar atas tuntutan rakyat. Ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap penderitaan masyarakat di daerah bencana,” tutup Uchok Sky, mendesak intervensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Darmawan Prasodjo demi pemulihan layanan PLN di Aceh.(Red).