Kota Cimahi Raih Predikat Kota Sangat Inovatif pada Innovation Government Award 2025

News355 Dilihat

kota Cimahi – markaberita.id

Pemerintah Kota Cimahi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih predikat “Kota Sangat Inovatif” pada ajang Innovation Government Award (IGA) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri, David Yama, kepada Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/12/2025).

Capaian ini merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. Berbagai inovasi yang dikembangkan dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, inklusif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Innovation Government Award (IGA) merupakan penghargaan tahunan dari Kementerian Dalam Negeri kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil dan konsisten dalam melakukan inovasi di bidang pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah. Melalui ajang ini, pemerintah pusat mendorong daerah untuk terus memperkuat budaya inovasi sebagai bagian dari peningkatan kinerja pemerintahan.

Baca Juga  Culinary Night Pedagang Seblak Jadul daya beli berkurang

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, menjelaskan bahwa proses penilaian IGA 2025 dilakukan melalui lima tahapan yang sangat selektif. Tahapan tersebut dimulai dari penyaringan 36.742 inovasi daerah, dilanjutkan dengan verifikasi akademik oleh Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin, pemaparan kepala daerah, peninjauan lapangan, hingga rapat pleno penetapan akhir.

Tahun 2025 tercatat sebagai penyelenggaraan IGA dengan jumlah inovasi terbanyak sepanjang sejarah. Meski demikian, Yusharto menyoroti masih adanya ketimpangan distribusi inovasi daerah, di mana sekitar 75 persen inovasi berasal dari wilayah Jawa dan Sumatera. Ia menegaskan bahwa IGA berperan penting dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah sekaligus menjadi dasar pemberian insentif fiskal dari pemerintah pusat.

Baca Juga  Anggaran "Sakti" Ratusan Juta di Cicadas, Di Mana Ratusan Domba Lainnya?

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa inovasi merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing nasional. Menurutnya, inovasi tidak sekadar program, melainkan kunci untuk memperkuat pelayanan publik, mempercepat transformasi digital, serta memastikan pemerataan pembangunan.

Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi atas kerja keras dan kolaborasi yang telah dilakukan.

“Alhamdulillah, Kota Cimahi berhasil meraih predikat Sangat Inovatif dan berada di peringkat 12 nasional, meningkat dari peringkat 18 nasional pada tahun sebelumnya. Terima kasih kepada seluruh ASN Kota Cimahi yang telah bekerja keras dan bekerja cerdas sehingga capaian ini dapat diraih,” ungkapnya.

Baca Juga  Potensi Ekowisata di Kampung Hidroponik Kota Bekasi

Ngatiyana berharap, penghargaan IGA 2025 ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Cimahi untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik, inovatif, dan adaptif.

Adapun kriteria penilaian IGA 2025 berfokus pada indikator inovasi daerah yang meliputi aspek regulasi, sumber daya manusia, kecepatan inovasi, manfaat langsung bagi masyarakat, serta dukungan data dari BPS dan kementerian terkait. Penilaian juga mensyaratkan minimal tiga urusan wajib pelayanan dasar, sehingga mampu menggambarkan ekosistem inovasi daerah secara menyeluruh.

Hilman Risyadi