Markaberita.id | Jakarta, 14 Desember 2025 – Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS) memberikan dukungan penuh dan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, atas peluncuran buku monumental ‘Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global’.
Peluncuran buku sepuluh jilid—yang mengupas tuntas perjalanan sejarah Indonesia dari akar peradaban Nusantara hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi tahun 2024—dinilai FK REPNUS sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemahaman sejarah di kalangan generasi muda.
Ketua Umum FK REPNUS, Faisal Naution dalam perytaan nya pada hari minggu (14/12/25) di jakarta, menegaskan bahwa penerbitan buku ini adalah investasi kolektif bangsa yang sangat berharga.
”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Fadli Zon dan 123 sejarawan yang terlibat. Buku ini adalah ikhtiar untuk menjamin bahwa narasi besar kebangsaan kita tersaji secara komprehensif dan berkelanjutan. Peluncuran ini bukan sekadar seremonial, tapi merupakan implementasi nyata dalam menjaga memori kolektif dan jati diri bangsa,” ujar Faisal Naution.
Faisal Naution juga secara khusus menyoroti dan mendukung perjuangan keras Menteri Fadli Zon dalam menghidupkan kembali Direktorat Sejarah dan Permuseuman yang sempat “almarhum” di struktur kementerian.
”Perjuangan menghidupkan kembali Direktorat Sejarah, meskipun alot, adalah bukti komitmen Kementerian Kebudayaan. Sejarah harus memiliki rumah dan direktur khusus agar upaya pelestarian dan penulisan sejarah tidak terhenti. FK REPNUS mendukung penuh konsolidasi kelembagaan ini,” tambahnya.
Menanggapi berbagai polemik yang muncul selama proses penulisan sejarah, FK REPNUS sependapat dengan Menbud bahwa hal tersebut merupakan dinamika yang sehat dalam iklim demokrasi. Faisal Naution mengajak semua pihak menjadikan buku ini sebagai landasan diskusi yang mendewasakan.
FK REPNUS berharap buku ‘Sejarah Indonesia’ ini dapat segera terdistribusi luas dan menjadi referensi wajib, serta menantikan inisiatif selanjutnya dari Kementerian Kebudayaan, khususnya penulisan mendalam mengenai Sejarah Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan 1945-1950 yang dicanangkan oleh Menteri Fadli Zon.(Red).


