Trans Kieraha: Membuka Isolasi, Membangun Kesejahteraan Rakyat Maluku Utara

Daerah, Nasional787 Dilihat

​Markaberita.id | Jakarta, 10 November 2025  – Pembangunan infrastruktur di daerah terpencil adalah isu krusial. Ketua Padepokan Hukum Indonesia (PADHI), Mus Gaber, hari ini menegaskan bahwa pembangunan Jalan Trans Kieraha di Maluku Utara (Malut) adalah hak fundamental rakyat dan mandat konstitusi untuk keluar dari isolasi ekonomi menuju kemajuan.

​Dalam pernyataan tegasnya di Jakarta, Senin (10/11), Mus Gaber tidak hanya mendukung proyek ini, tetapi juga mengecam keras pihak-pihak yang dinilai bersembunyi di balik dalih politik dan kepentingan tertentu untuk menggagalkan proyek yang disebutnya sebagai “urat nadi kemerdekaan ekonomi” Maluku Utara.

​Mus Gaber menekankan bahwa pembangunan jalan adalah prasyarat utama untuk memerdekakan Maluku Utara dari keterbelakangan ekonomi. Ia membalik pandangan bahwa infrastruktur adalah isu teknis semata, menegaskan bahwa jalan adalah alat untuk meningkatkan harkat hidup masyarakat, khususnya di pedalaman Halmahera.

​“Pembangunan ekonomi tanpa infrastruktur itu omong kosong! Jalan adalah urat nadi kemajuan. Kalau kita berhenti hanya karena perbedaan pendapat yang sudah berbau politisasi, Maluku Utara akan jalan di tempat dan rakyat yang paling rugi!”

​Proyek Trans Kieraha dipandangnya sebagai transformasi dari era keterisolasian menuju konektivitas strategis. Ini adalah langkah nyata untuk memenuhi mandat konstitusi yang menjamin kesejahteraan sosial.

Baca Juga  Dirgakkum Nyatakan Pelanggar Lalu Lintas Arus Mudik Menurun

​Menurut Mus Gaber, manfaat terbesar Trans Kieraha adalah dampak ekonomi mikro yang langsung dirasakan oleh masyarakat, menciptakan efek domino positif:

    • ​Memperlancar Logistik: Akses yang terbuka akan memperlancar arus barang dan jasa, yang secara langsung akan menurunkan biaya transportasi. Penurunan biaya ini merupakan kabar baik bagi rakyat karena akan menekan harga kebutuhan pokok di pedalaman.
    • ​Meningkatkan Nilai Jual: Dengan konektivitas yang lebih baik, hasil bumi dan hasil laut dapat didistribusikan lebih cepat dan segar. Hal ini secara langsung meningkatkan nilai jual produk-produk rakyat.
    • ​Mendorong UKM: Terbukanya akses akan menghidupkan pasar lokal, mendorong pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan memberdayakan sektor rakyat secara keseluruhan.

​“Dari hasil bumi, hasil laut, sampai usaha kecil—semuanya akan hidup kalau akses jalan terbuka. Ini adalah langkah nyata untuk mengangkat derajat masyarakat, bukan hanya kepentingan elite,” jelasnya.

​Mus Gaber menyadari bahwa proyek strategis selalu rentan dipolitisasi. Oleh karena itu, Ketua PADHI ini menyerukan masyarakat Maluku Utara untuk bersatu dan mengutamakan kepentingan jangka panjang daerah.

Baca Juga  Pj Bupati Garut Tinjau Objek Wisata Talaga Bodas, Dorong Pengelolaan Profesional

​Ia mengingatkan bahwa kritik boleh disampaikan, namun harus berada dalam batas kritik konstruktif.

      • ​Salurkan Kritik Resmi: Pihak yang kontra diminta untuk menyampaikan aspirasi melalui saluran resmi, seperti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan tidak melakukan sabotase yang menghambat kemajuan.
      • ​Fokus pada Manfaat: Masyarakat diminta untuk tidak melihat “siapa yang membangun, tapi lihat manfaatnya untuk seluruh rakyat.”

​Mus Gaber menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa proyek Trans Kieraha adalah simbol tekad Maluku Utara untuk mandiri dan maju.

​“Ini bukan sekadar jalan raya. Ini adalah jalan menuju masa depan Maluku Utara! Siapa yang menolak pembangunan, berarti menolak kesejahteraan rakyat,” tutup Mus Gaber dengan nada keras.(Red).

Rekomendasi