Stop Bansos Ormas! Tokoh Jakarta Desak Dana Rp. 315 Miliar DKI Dibalikkan ke Rakyat Miskin

Megapolitan384 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 29 November 2025 – Pimpinan Majlis Ta’lim Mas Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, Habib Salim Jindan, menyampaikan seruan yang sangat keras dan penuh keprihatinan kepada seluruh pemangku kebijakan di DKI Jakarta—Gubernur, Wakil Gubernur, dan Anggota DPRD. Seruan ini berfokus pada peninjauan ulang alokasi anggaran daerah dalam RAPBD 2026.

​Habib Salim Jindan secara tegas meminta agar anggaran yang dialokasikan untuk Organisasi Masyarakat (Ormas) pada tahun 2026 senilai Rp315 Miliar dihapuskan dan dialihkan seluruhnya untuk program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas dan kebutuhan dasar warga miskin.

​Habib Salim menyoroti jurang kesenjangan sosial dan kerentanan bencana yang dialami warga Ibu Kota, khususnya mereka yang bermukim di daerah-daerah rawan banjir. Ia menyebut kondisi ini sebagai manifestasi dari ‘Kiamat-kiamat Sukra’ (Kiamat Kecil) seperti banjir tahunan yang tak kunjung usai.

​“saya melihat perhatian [terhadap] kehidupan di jakarta ini, masya allah,” kata habib salim. “berapa banyak warga dki yang tinggal di pinggiran kali? berapa banyak warga dki yang tinggal di pinggiran laut?”, tandas Habib Salim Jindan dalam video testimoninya pada (29/11/25).

​Ia menegaskan, daripada saling menyalahkan, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama mencari solusi yang berakar pada akal sehat dan prioritas kemanusiaan.

Baca Juga  Jalan Terjal Menuju TPS: Curahan Hati Penyandang Disabilitas Depok Minta Akses Pemilu 2024 Diperbaiki

​Menurutnya, dana Rp315 Miliar adalah jumlah yang signifikan yang harus diprioritaskan untuk kepentingan publik, bukan untuk kepentingan organisasi.

​“Anggaran 2026 untuk ormas, tolong, dihapuskan dan dialihkan untuk kepentingan masyarakat, hak layak ramai,” tegasnya.

​Dana tersebut, lanjutnya, harus digunakan sebagai investasi sosial yang vital, mencakup:

  • ​Relokasi dan rusunawa: “kita bisa gunakan 315 miliar itu untuk membebaskan masyarakat dki yang tinggalnya di pinggiran kali dan bangun rusunawa. kita bisa tempatkan mereka-mereka di rusunawa.”
  • ​peningkatan layanan publik: membangun dan merehabilitasi sekolah negeri, puskesmas, atau rumah sakit untuk meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga miskin.

​Habib Salim menambahkan, “315 miliar sangat banyak buat warga dki… [dana ini] bukan untuk organisasi apapun bentuknya,” sebagai penegasan nilai.

Baca Juga  FPPJ: Pernyataan Khoirudin, "Ngolah Tingkat Tinggi," Biarkan Gubernur Bekerja Untuk Warga Jakarta

​Habib Salim Jindan menutup seruannya dengan pesan moral yang kuat, mengingatkan para pemimpin bahwa kekuasaan adalah amanah dari tuhan.

​“sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya mengutip ajaran nabi muhammad saw.

​Ia mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk menjaga jakarta dengan amanah dan rahmat tuhan, agar anggaran yang ada benar-benar membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.(Red).