Raja Surakarta Berpulang: Mengenang Sosok Paku Buwana XIII, Raja yang Menjaga Tradisi di Tengah Badai Konflik

Daerah, Nasional661 Dilihat

​Markaberita.id | Solo, 2 November 2025 – Kabar duka mendalam menyelimuti Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Raja Keraton Solo, Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) XIII Hangabehi, telah wafat pada Minggu pagi, 2 November 2025, dalam usia 77 tahun. Beliau mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Indriyati Solo Baru setelah berjuang melawan komplikasi penyakit yang dideritanya.

​Kabar duka ini dikonfirmasi oleh adik ipar almarhum, KPH Eddy Wirabhumi, yang menyebutkan bahwa Raja PB XIII meninggal sekitar pukul 07.30 WIB akibat sakit komplikasi yang diperparah oleh usia sepuh.

​Sosok Hangabehi: Raja yang Bersahaja dan Penuh Perjuangan

​PB XIII, yang memiliki nama kecil Gusti Raden Mas Suryo Partono, dikenang sebagai pribadi yang tenang, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian adat Jawa. Perjalanan hidupnya, bahkan sebagai pangeran, tidak lepas dari tantangan.

  • ​Pribadi yang Mandiri: Sebelum naik takhta, beliau sempat hidup mandiri dan memiliki karier di luar keraton, termasuk bekerja di Caltex Pacific Indonesia di Riau. Bahkan, ia dikenal memiliki minat di dunia musik dan aktif di Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), menunjukkan perpaduan antara darah biru dan semangat modern.
  • ​Penyelamat Pusaka: Salah satu jasa besarnya sebelum menjadi raja adalah peranannya dalam memadamkan api saat Keraton Surakarta mengalami kebakaran besar pada tahun 1985, yang berhasil menyelamatkan sejumlah pusaka penting kerajaan.
  • ​Pemersatu Keraton: Masa kepemimpinan beliau selama lebih dari dua dekade juga diwarnai tantangan besar. PB XIII berhasil memimpin proses rekonsiliasi yang mengakhiri dualisme kepemimpinan yang sempat memecah belah Keraton selama delapan tahun. Kesuksesan ini menegaskan warisan terbesar beliau: semangat menjaga harmoni di tengah perbedaan dan komitmen untuk menyatukan kembali warisan leluhur Mataram.
Baca Juga  BPBD Kabupaten Bekasi Gerak Cepat Tangani Longsor di Bojongmangu

​Jenazah almarhum telah dibawa kembali ke Keraton Surakarta untuk disemayamkan dan menjalani prosesi adat tertutup. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, jenazah Raja PB XIII direncanakan akan dimakamkan pada Selasa Kliwon, 4 November 2025, di Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan tata upacara adat istana yang lengkap.

​Kepergian Sri Susuhunan Paku Buwana XIII merupakan kehilangan besar bagi Keraton dan seluruh masyarakat yang menjunjung tinggi kebudayaan Jawa, mengingat dedikasi beliau sebagai raja yang berhasil menavigasi tradisi di tengah dinamika zaman modern.