Pimpinan DPRD Jakarta Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Isu Penyelamatan Ketua DPRD Khoirudin

Megapolitan442 Dilihat

​Markaberita.id | Jakarta, 20 November 2025– Isu santer mengenai wacana pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin (dari Fraksi PKS), memicu reaksi dari kalangan pimpinan legislatif Kebon Sirih. Empat Wakil Ketua DPRD DKI dilaporkan menggelar pertemuan tertutup guna membahas langkah politik terkait rumor tersebut.

​Pertemuan tersebut diselenggarakan di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/11). Hadir dalam pertemuan itu adalah Basri Baco (Fraksi Golkar), Wibi Andrino (Fraksi NasDem), Rani Mauliani (Fraksi Gerindra), dan Ima Mahdiah (Fraksi PDI Perjuangan).

​Sumber menyebutkan bahwa inti dari pertemuan terselubung tersebut adalah membicarakan manuver untuk tidak membubuhkan tanda tangan keempat pimpinan, sebagai upaya agar proses pergantian Khoirudin dari posisi Ketua DPRD Jakarta tidak dapat terlaksana.

Baca Juga  Realita Pahit Warga Disabilitas Jakarta: Miskin Ekstrem Tapi Dicatat "Sultan" Gara-Gara Data Desil Zonk!

​Rumor pergantian Ketua DPRD DKI Jakarta ini santer terdengar akan terjadi pada akhir tahun 2025, dengan sosok pengganti diharapkan mengisi pucuk pimpinan Legislatif DKI Jakarta pada awal tahun 2026.

​Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, membenarkan adanya informasi mengenai pertemuan tertutup para Wakil Ketua DPRD DKI terkait obrolan pergantian Ketua DPRD Khoirudin.

​Uchok menyayangkan adanya fokus pimpinan DPRD pada urusan internal dan kepentingan pribadi, alih-alih pada tugas utama mereka mengurus kepentingan rakyat.

​”Semestinya Ketua DPRD dan Wakil Ketua tak boleh bicarakan kepentingan pribadi. Mereka harus fokus bekerja untuk kepentingan rakyat,” tutur Uchok dalam keterangannya, Kamis (20/11).

​Uchok menekankan bahwa wacana pergantian Ketua DPRD merupakan kewenangan penuh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusung. Oleh sebab itu, ia menilai pertemuan lobi-lobi tertutup semacam ini justru berpotensi memperkeruh suasana politik di Jakarta.

Baca Juga  HUT ke-499 Jakarta: Tarif Rp1 Harus Jadi Evaluasi Kualitas, Bukan Sekadar Pencitraan

​”Lebih baik Wakil Ketua DPRD Jakarta fokus saja urus Jakarta. Biar itu urusan internal PKS,” tegasnya. “Saya rasa Khoirudin harus legowo jika memang harus diganti karena itu merupakan keputusan partai,” tutup Uchok.(Red).