Picu Ketegangan, Oknum Mengaku Wartawan, Di SDN Batujaya lll Sedang Kerjakan Renovasi

Daerah363 Dilihat

Karawang ll Markaberita.id-Proses renovasi SDN Batujaya III, Kecamatan Batujaya, yang bersumber dari APBD II, mendadak diwarnai ketegangan akibat ulah seorang oknum yang diduga mengatasnamakan dirinya sebagai wartawan.

‎Oknum bernama O itu disebut-sebut mencoba “memegang dakor” atau mengatur koordinasi terkait kegiatan pengawasan sosial proyek, dengan dalih dana tersebut akan dibagikan kepada rekan-rekan jurnalis. Namun, tindakan tersebut justru menimbulkan masalah baru di lapangan, Senin (24/11/2025).

‎Menurut informasi yang dihimpun, oknum tersebut tiba-tiba datang dan marah-marah dengan menggunakan bahasa kasar. Ia bahkan mengaku sebagai preman sekaligus wartawan senior. Bukan hanya itu, ia juga menghina seorang jurnalis berinisial D yang disebutnya sebagai wartawan baru, tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga  Camat Sukatani Agus Dahlan MM,Adakan Kunjungan Kerja Ke Desa Banjarsari

‎Keributan makin memanas setelah Oknum O menuduh adanya pesan singkat yang tidak benar dan dianggap mengganggu hubungan dirinya dengan pihak mandor pelaksana proyek, atau yang dikenal dengan sebutan BIGBoss.

 

‎Sementara itu, pihak pelaksana renovasi menegaskan bahwa urusan dakor maupun koordinasi sudah diselesaikan dengan rapi. Mereka menilai oknum tersebut tidak bertanggung jawab, terutama karena ia selalu berdalih bahwa semua urusan harus melalui “satu pintu”, yakni dirinya.

‎Sejumlah jurnalis di Kabupaten Karawang mengecam keras tindakan tersebut. Mereka menilai ulah oknum ini telah mencoreng nama baik profesi wartawan dan berpotensi mengganggu hubungan baik antara media dan pelaksana proyek.

‎Para jurnalis meminta agar kejadian seperti ini menjadi perhatian bersama, sehingga tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan kegiatan pengawasan sosial demi kepentingan pribadi. Selain merugikan banyak pihak, praktik seperti itu juga dapat merusak kepercayaan publik terhadap wartawan di lapangan.

Baca Juga  Gubernur Sumsel Lakukan Kunjungan Kerja ke Talang Ubi, Pengamanan Berlapis Diterjunkan di Empat Titik Strategis

‎(Carim)