FSP BUMN Bersatu Tegaskan: Soeharto Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional!

Nasional778 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 9 November 2025 – Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu secara resmi menyuarakan dukungannya agar almarhum Presiden Ke-2 RI, Soeharto, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Federasi menilai bahwa jasa-jasa beliau, baik di medan pertempuran maupun di panggung pembangunan bangsa, merupakan warisan abadi yang tak terbantahkan dan tak bisa diabaikan dalam sejarah Indonesia.

​Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, menegaskan bahwa rekam jejak militer Soeharto membuktikan integritas dan dedikasinya sebagai seorang prajurit sejati yang berjuang tanpa cacat demi kepentingan bangsa.

​”Mantan Presiden Soeharto bukan saja layak dihormati sebagai Jenderal Besar, tetapi juga wajib diakui sebagai Pahlawan Nasional. Beliau adalah seorang prajurit yang lahir dari perjuangan,” ujar Arief Poyuono.

Baca Juga  Ichsanuddin Noorsy: Prediksi Ekonomi Indonesia Kedepan

​Dukungan ini menyoroti dua babak krusial dalam sejarah militer beliau:

  • ​Serangan Umum 1 Maret 1949: Peran beliau dalam serangan terkoordinasi ini adalah bukti nyata perlawanan Indonesia kepada dunia, menegaskan bahwa Republik ini masih ada dan tidak pernah menyerah kepada penjajah.
  • ​Operasi Pembebasan Irian Barat (1962): Sebagai Panglima Komando Mandala, kepemimpinan Soeharto berhasil mengintegrasikan wilayah Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi, sebuah kontribusi vital dalam menjamin keutuhan dan kedaulatan wilayah Indonesia.

​Arief menambahkan, penilaian terhadap tokoh sejarah sebesar Soeharto haruslah komprehensif. “Kita tidak bisa melihat sejarah secara hitam putih. Kontribusi beliau dalam kemerdekaan adalah fakta sejarah yang harus diakui sebagai dasar pemberian gelar Pahlawan Nasional,” tegasnya.

Baca Juga  KPK Sita Kontainer di Tanjung Mas, Skandal Korupsi Bea Cukai dan PT Blueray Cargo Masuki Babak Baru

​Melengkapi argumen dari aspek militer, Ketua Harian FSP BUMN Bersatu, Djusman Hi Umar, menyoroti legacy pembangunan ekonomi dan sosial Soeharto yang dampaknya dirasakan hingga hari ini. Menurutnya, kontribusi beliau di bidang pembangunan telah mengangkat harkat dan martabat jutaan rakyat Indonesia.

​Djusman menyebut dua program fenomenal yang menjadi bukti keberhasilan kepemimpinan beliau:

 

    1. ​Transmigrasi: Integrasi Nasional dan Pemerataan: Program transmigrasi di bawah kepemimpinan Soeharto sukses memindahkan jutaan jiwa dari pulau padat ke wilayah lain, sekaligus menyediakan fasilitas dasar lengkap (rumah, sekolah, puskesmas, lahan). Ini adalah upaya masif untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan memperkuat integrasi nasional.
    2. ​Sekolah Inpres: Revolusi Pendidikan Dasar: Program Sekolah Instruksi Presiden (Inpres) berhasil membangun hampir 150.000 unit SD dan menempatkan lebih dari 1 juta guru. Program ini secara drastis meningkatkan angka partisipasi sekolah dari 69% menjadi 90% dan menekan angka buta aksara.

​”Kesuksesan program Sekolah Inpres ini bahkan diakui secara global, menerima penghargaan dari UNESCO pada tahun 1993,” kata Djusman. “Jelas bahwa mantan Presiden Soeharto adalah pemimpin yang berjuang, berkorban, dan tidak pernah mengkhianati negara dan bangsa Indonesia.”

​FSP BUMN Bersatu meyakini, pengakuan melalui gelar Pahlawan Nasional adalah bentuk penghargaan yang paling pantas atas dedikasi dan kontribusi Soeharto bagi lahirnya dan berkembangnya Republik Indonesia.(Red).

Baca Juga  Tidak Ada Mutu Gugatan 100 Milyar Panda Nababan Berujung Ditolak Hakim PN Hingga MA