CBA: Sarana Jaya “Olang-Oling” Seperti Orang Mabuk, Rugi Bersih Rp209,5 Miliar dalam Empat Tahun

Megapolitan535 Dilihat

​Markaberita.id | Jakarta, 7 November 2025 – Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengkritik keras pengelolaan keuangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut Uchok, manajemen keuangan perusahaan dinilai sangat tidak profesional dan diibaratkan seperti “orang mabuk” karena kinerja laba-rugi yang terlalu fluktuatif.

​“Pengelolaan keuangan perusahaan seperti orang mabuk, kadang oleng ke kiri (rugi), kadang oleng ke kanan (untung), yang dampaknya sangat merugikan Sarana Jaya sendiri,” ujar Uchok Sky dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

​Uchok memaparkan bahwa selama empat tahun terakhir, Sarana Jaya menunjukkan kinerja keuangan yang sangat tidak stabil.

Baca Juga  Aksi Solidaritas FPPJ: Salurkan Bantuan Pangan hingga Al-Qur'an bagi Korban Kebakaran Pasar Jiung

​Pada tahun 2021, perusahaan mengalami kerugian terbesar hingga Rp216,89 miliar. Setahun kemudian, di tahun 2022, perusahaan sempat “oleng ke kanan” dan mencatat keuntungan sebesar Rp78,6 miliar.

​Namun, perusahaan kembali “oleng ke kiri” di tahun 2023 dengan kerugian signifikan mencapai Rp98,86 miliar, sebelum akhirnya mencatat laba kembali sebesar Rp27,32 miliar pada tahun 2024.

​Menurut perhitungan CBA, total kerugian yang dialami Sarana Jaya selama periode tersebut mencapai sekitar Rp315,7 miliar, sementara total keuntungan yang diraih hanya sekitar Rp106,2 miliar.

​“Selama empat tahun terakhir, Sarana Jaya terlalu banyak oleng ke kiri. Total kerugian mencapai sekitar Rp315,7 miliar, sementara total keuntungan hanya sekitar Rp106,2 miliar,” tegas Uchok, menyimpulkan bahwa perusahaan mencatat kerugian bersih total sekitar Rp209,5 miliar.

​Melihat kondisi keuangan yang naik-turun tajam dan cenderung merugi ini, Uchok mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen Sarana Jaya.

Baca Juga  Bang Munthe & Bang Hafis Tancap Gas! BPN Kota Bekasi Percepat PTSL dan Sapu Tunggakan Permohonan

​“Sebelum Pembangunan Sarana Jaya berjalan ke arah kebangkrutan, lebih baik Gubernur segera melakukan pergantian direktur utama dengan orang yang profesional dan kompeten,” ujarnya.

​Uchok secara spesifik mendesak agar Gubernur mengevaluasi dan mengganti Direktur Utama saat ini, Andira Reoputra. Ketika ditanya lebih jauh soal siapa yang “suka mabuk” dalam pengelolaan perusahaan, Uchok hanya menjawab singkat, “Silakan tanya Andira Reoputra, karena publik ingin tahu kejujuran(Red).