Kritik Layanan Publik: Ancaman Gangguan Air PAM Jaya di 53 Kelurahan Menuntut Akuntabilitas

Megapolitan325 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 30 Oktober 2025 – Rencana penghentian suplai air bersih selama empat jam yang dilakukan Perumda PAM Jaya pada Jumat, 31 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB hingga Sabtu, 1 November 2025, pukul 02.00 WIB, menuai sorotan tajam, terutama karena dampaknya yang diprediksi akan jauh lebih lama dari durasi perbaikan. Meskipun perbaikan oleh PLN di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulogadung adalah langkah penting untuk mencegah kegagalan sistem yang lebih parah (korsleting), PAM Jaya harusnya lebih siap menghadapi konsekuensi ripples effect pasca-gangguan.

​Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, telah mengonfirmasi bahwa meskipun perbaikan fisik hanya empat jam, normalisasi penuh aliran air di 53 kelurahan—yang mencakup sekitar 311.524 pelanggan di Jakarta Utara, Timur, dan Barat—dapat memakan waktu hingga 48 jam (dua hari), dalam konferensi pers di kantor PAM Jaya, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Oktober.

Baca Juga  Air PAM Menyuplai Air Got dan Dibiarkan Berbulan-Bulan, Jakarta Barometer Desak Gubernur Pramono Anung Copot Direksi dan Dewas PAM JAYA

Durasi pemulihan selama 48 jam untuk gangguan yang hanya berlangsung empat jam menunjukkan adanya kelemahan signifikan dalam infrastruktur distribusi dan manajemen tekanan air. PAM Jaya harus menjelaskan mengapa sistem pemulihan tekanannya (terutama di area terjauh seperti Kelapa Gading dan Tanjung Priok) sangat lambat, sehingga warga harus menanggung kerugian waktu dan potensi masalah kesehatan selama dua hari penuh.

​Gubernur DKI Jakarta ,Pramono pada saat di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (30/10/2025). Pramono Anung, telah meminta PAM Jaya untuk tidak memperpanjang waktu penghentian dan meminta penanganan yang baik karena sifatnya yang force majeure. Sebagai langkah mitigasi, PAM Jaya mengklaim akan menyiagakan mobil tangki air bersih di setiap kantor kelurahan yang terdampak.

​Tuntutan Akuntabilitas: Klaim penyediaan mobil tangki untuk melayani lebih dari 300 ribu pelanggan selama 48 jam membutuhkan detail pelaksanaan yang transparan. PAM Jaya wajib:

  • ​Menerbitkan jadwal dan titik distribusi mobil tangki secara detail, bukan hanya menyiagakannya di kantor kelurahan.
  • ​Menjelaskan mekanisme prioritas pelanggan, terutama untuk fasilitas vital seperti rumah sakit atau panti asuhan yang berada di area terdampak.

​Keputusan untuk melakukan peremajaan sistem listrik PLN adalah langkah preventif yang benar, untuk menghindari “waktu yang tidak bisa diprediksi” (unpredictable time) jika terjadi kegagalan mendadak. Namun, hal ini tidak mengurangi tanggung jawab PAM Jaya sebagai penyedia layanan esensial.

Baca Juga  Hambatan di Jalur UP-UI, Perjalanan KRL Jakarta-Depok Terganggu Akibat Pohon Tumbang

​Masyarakat menanti jaminan konkret dari PAM Jaya bahwa perbaikan ini akan menghasilkan peningkatan keandalan layanan, dan bukan sekadar alasan teknis untuk mengorbankan kenyamanan ribuan pelanggan. Pernyataan Gubernur yang berharap “persoalan ini sudah selesai dalam satu minggu ke depan” harus diikuti dengan evaluasi kinerja dan rencana kompensasi yang jelas bagi pelanggan yang mengalami gangguan terlama.(Red).