Kriteria Sekda DKI Ideal: Mahasiswa Muda Transparansi Gelar Diskusi Publik, Desak Pemprov Utamakan Integritas

Abid Zahid: Jakarta Butuh Sekda Bukan Sekadar Administrator, tapi Sosok 'Antibiotik' Korupsi Birokrasi

Megapolitan465 Dilihat

​Markaberita.id | Jakarta, 19 Oktober 2025 — Menjelang penentuan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Mahasiswa Muda Transparansi (MMT) mengambil inisiatif strategis dengan menggelar diskusi publik bertajuk “Menelisik Kriteria Sekda DKI yang Ideal, Profesionalisme, Integritas, Sesuai Visi Jakarta ke Depan.”

​Acara yang akan dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, pukul 13:00 – 15:30 WIB di Hotel Balairung Matraman, Jakarta Timur. ini bertujuan untuk menghasilkan rumusan kriteria pemimpin birokrasi DKI yang benar-benar siap menghadapi tantangan Jakarta di masa depan.

​Ketua Umum Mahasiswa Muda Transparansi, Abid Zahid, menegaskan bahwa penentuan Sekda bukan hanya proses internal Pemprov, melainkan isu krusial yang menentukan arah tata kelola kota.

​“Jakarta tidak lagi membutuhkan Sekda yang sekadar administrator. Kita butuh sosok ‘antibiotik’ yang mampu membersihkan birokrasi dari virus korupsi dan inefisiensi. Kriteria utama haruslah integritas yang tak bisa ditawar,” tegas Abid Zahid dalam keterangannya, Minggu (19/10).

​Tiga Pilar Kunci: Profesional, Berintegritas, Berorientasi Visi

​Diskusi publik ini akan menghadirkan panelis dari berbagai latar belakang untuk membahas tiga pilar utama yang wajib dimiliki calon Sekda:

  1. ​Profesionalisme: Kapabilitas dalam mengelola anggaran triliunan dan mengkoordinasikan program lintas sektor.
  2. ​Integritas: Rekam jejak bersih dan keberanian moral untuk melawan praktik maladministrasi.
  3. ​Visi: Kemampuan membaca dan mengimplementasikan visi Jakarta ke depan, termasuk isu keberlanjutan dan kota global.
Baca Juga  JEBAKAN HARGA AIR PAM JAYA: Rumah Tangga Menengah 'Dihukum' Lonjakan Tagihan Tak Terduga Hingga 100%!

​Diskusi ini akan diisi oleh Amir Hamzah (Pengamat Kebijakan Publik), Budi Siswanto (Ketum Forum Bersama Jakarta/FBJ), dan Abid Zahid sendiri, dengan Paulus Maris (Mahasiswa Muda Transparansi) sebagai moderator.

​Ruang Bersama Merumuskan Gagasan

​Abid Zahid lebih lanjut menjelaskan bahwa diskusi ini diselenggarakan sebagai jembatan aspirasi antara publik dan Pemprov DKI Jakarta.

​“Diskusi publik ini menjadi ruang bersama untuk menganalisis masalah sekaligus merumuskan gagasan. Kami mengajak Anda, seluruh elemen masyarakat, untuk berpartisipasi aktif. Agar keputusan penentuan Sekda benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan warga,” tutup Abid Zahid.

​MMT berharap hasil dari diskusi ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi Gubernur DKI Jakarta dan tim seleksi, memastikan figur yang terpilih adalah yang paling ideal, profesional, dan berintegritas sesuai tuntutan visi Jakarta yang transparan dan maju.(Red)

Baca Juga  Dukungan Ormas Barabaja Kabupaten Bekasi terhadap Pembangunan Karakter Bangsa melalui Budaya Merah Putih