Istri Menteri UMKM Bergabung Jadi Pembina Portadin, Program Ekonomi Disabilitas Diluncurkan

Jakarta – Markaberita.id

Organisasi Portadin (Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia) menggelar audiensi dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM), Maman Abdurahman, di Jakarta, Selasa (1/10/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Umum Portadin beserta jajaran pengurus pusat, serta perwakilan dari daerah, termasuk Ketua Portadin Jawa Barat dan Ketua Portadin Bekasi Raya (01/10/2025).

Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menandai langkah penting bagi penguatan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia. Salah satu kabar menggembirakan datang dari Ibu Tina Maman, istri Menteri Koperasi dan UKM, yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam jajaran Pembina Portadin, bersama dengan Ibu Fatma Saefullah Yusuf, istri Menteri Sosial.

Baca Juga  FGD Penguatan ULD: Portadin Tegaskan Komitmen untuk Pendidikan Tinggi Inklusif
Foto: Humas Portadin

“Kami sangat menyambut baik komitmen ini sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kemandirian ekonomi keluarga disabilitas,” ujar Ketua Umum Portadin, Hendratmoko, dalam keterangannya.

Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan dukungan penuh terhadap visi Portadin untuk menjadi wadah pemberdayaan keluarga disabilitas melalui pelatihan dan pembinaan kewirausahaan. Program ini dinilai sejalan dengan misi KemenKopUKM dalam memperluas akses usaha mikro dan kecil bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Sebagai tindak lanjut konkret, Portadin bersama KemenKopUKM akan menyelenggarakan kegiatan profiling, pelatihan, dan pendampingan UMKM Portadin pada Oktober 2025 di Bekasi, dengan target awal 100 peserta.

Foto: Humas Portadin

Selain itu, Kementerian juga tengah menjajaki kerja sama penyediaan lokasi usaha strategis bagi UMKM binaan Portadin serta pelaku usaha disabilitas lainnya.

Baca Juga  PPDI Resmikan Workshop Kerja 'Disabilitas Bekerja untuk Mandiri' dengan Dukungan Lembaga TIKA dan Apresiasi dari Berbagai Pihak

“Kami percaya kolaborasi ini akan membuka lebih banyak peluang bagi keluarga disabilitas untuk mandiri secara ekonomi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” tambah Hendratmoko.

Langkah sinergi antara pemerintah dan komunitas disabilitas ini diharapkan menjadi contoh inklusi sosial dalam pembangunan ekonomi nasional yang berkeadilan.

RED