Proyek Pembanguan  Drainase di Desa Cikaobandung tidak Sesuai Spesifikasi.,

News534 Dilihat

 

Purwakarta,Jabar||

Proyek pembangunan drainase di desa cikaobandung kp cikao kecamatan jatiluhur kabupaten Purwakrta kini menjadi sorotan tajam dengan masyarakat setempat

Proyek senilai Rp 196.751.000.00 yang dibiayai dari Dana APBD tahun anggaran 2025, diduga kuat tidak dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dinilai hanya asal jadi.

NAMA PROYEK: Pliharaan Drainase jalan Paket 23

NO KONTARK :36/SPMK/PL- APBD.Pamel/LPP.DPUTR/Vlll/2025

NO SPMK :36/SPMK/PL- APBD.Pamel/LPP.DPUTR/Vlll/2025

NILAI KONTRAK : RP 196.751.000.00

PENYEDIA JASA :CV DINA FAJAR

ALAMAT :KP CIKAO 1 No 21 RT .008 RW.003 CIKAOBANDUNG JATILUHUR

TAHUN ANGGARAN :2025

 

Salahsatu warga menyampaikan kekecewaan dan kecurigaan, lantaran hasil pembangunan dinilai sangat jauh dari standar teknis, terlihat dinding drainase Kanan kiri Pasang batunya pun asal asalan dan plesterannya pun Gak rapih ujar warga

 

Ia menambahkan pasangan batu pondasi nya pun tidak di gali terlebih dahulu umumnya pemasangan pondasi.

Baca Juga  Sejumlah Organisasi Wartawan Kawal Laporan Dugaan Penghinaan, Pelecehan Profesi Wartawan di Polda Metro Jaya

Ini cuma di koreh doang langsung di pasang batu pondasi Tanpa di dasari terlebih dahulu sebagai struktur dasar.

 

Hal ini jelas menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen pelaksana terhadap kualitas dan ketahanan proyek.

 

“Ini bukan hanya soal estetika, tapi menyangkut ketahanan. Proyek. Pasangan baru jadi sudah muncul retakan di sejumlah titik, bahkan ada bagian yang nyaris asal jadi. ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (1/9/2025).

 

Lebih lanjut. Saat awak media konfirmasi ke salahsatu pekerja yang Ada di lokasi tidak mau menjawab alias bungkam dan mengarahkan langsung ke Candra sambil ngasih Nomer telpon

 

Lanjut awak media mencoba Untuk Komunikasi Via Whatsapp tidak di balas di tlp pun Gak mau ngangkat.

Baca Juga  SMPN 1 Cabangbungin, Raih 1 Piala LKBB Sayembara Juara Paskibra Se-Pulau Jawa Di AMC Bekasi

 

Hal Yang menjadi sorotan lainnya. Ditemukan bahwa pekerja tidak ada yang Menggunakan alat Pelindung Diri ( APD )Seperti Hlem, Sarungtangan, Dan sepatu Boots, yang sebenar nya diwajibkan Demi Keselamatan Pekerja (k3)

 

ini jelas Sangat tidak transparan,” Dipapan inpormasi volume nya pun tidak di cantumkan riskan terjadinya menipulasi ukuran. tambah warga tersebut mengatakan ke awak media

 

Dalam pantauan awak media Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa proyek drainase tersebut bukan hanya bermasalah dari sisi teknis, tetapi juga rawan manipulasi administrasi, yang bisa berdampak pada akuntabilitas penggunaan Dana APBD.

 

Dugaan Adanya Potensi Kerugian Negara Dihimpum Dari Berbagai informasi Narasumber. Ada Beberpa Diantaranya Yang Diduga Tidak Sesuai Dengan Spesifikasi Teknis yang telah ditetap kan. Salah satunya Penggunaan semen dan pasir terlihat pasir Atras warnanya Coklat. Banyak Kandungan Tanahnya. dan Semen Dari Salahsatu Brend yang Notabennya”MUrah” pekerjaan ini Cenderung Dilaksanakan Tanpa Memperhatikan mutu dan kualitas.

Baca Juga  Pengawalan Sidang Tahanan oleh Personel Sat Samapta Polres Purwakarta Berjalan Aman dan Lancar

Selain itu,pihak pengawas konsultan pun tidak ada di tempat dan juga mandor dari pihak perusahaan pun tidak ada

 

Hingga berita ini diterbitkan , belum ada yang memberikan keterangan/Tanggapan resmi terkait temuan ini. Ketidakhadiran jawaban dari pihak CV justru mempertegas kekhawatiran ada sesuatu yang disembunyikan dalam pelaksanaan proyek ini.

 

Diminta inspektorat, Dan Dinas terkait (Pemkab), serta aparat penegak hukum turun langsung ke lokasi dan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek drainase tersebut.

 

“APBD adalah uang rakyat. Jika digunakan sembarangan, tanpa pengawasan, maka wajar kalau kepercayaan publik akan runtuh. Kami minta penegakan hukum, bukan sekadar klarifikasi basa-basi,” tegas warga.(Saepul Bahri)