Konser Smalazone Berakhir Getir: Kasus Korupsi Diduga Menjalar Hingga ke Ruang OSIS

Daerah, Nasional831 Dilihat

​Purwokerto, 23 September 2025| Markaberita.id – Sorotan panggung konser Smalazone yang digelar meriah di SMA Negeri 5 Purwokerto pada Sabtu, 6 September 2025, kini digantikan oleh sorotan tajam publik. Kasus dugaan penggelapan dana acara oleh Ketua OSIS, berinisial PKMP, semakin terkuak setelah pihak sekolah buka suara. Insiden ini menjadi cermin buram bahwa bibit-bibit korupsi dapat tumbuh bahkan di lingkungan organisasi siswa.

​Menurut laporan yang dihimpun, bendahara OSIS pada Kamis, 11 September 2025, mengaku telah mentransfer dana konser ke rekening pribadi PKMP. Investigasi internal yang dilakukan pihak sekolah kemudian menemukan adanya indikasi penggelapan. Tunggakan pembayaran kepada vendor menjadi bukti nyata, dengan rincian sebesar Rp19 juta untuk panggung dan Rp577 ribu untuk pembuatan spanduk.

Baca Juga  Polsek Penukal Utara Gelar Razia Terpadu untuk Cegah Gangguan Kamtibmas di Pali

​Kepala SMAN 5 Purwokerto, Erlin Retno Viyanti, membenarkan adanya masalah ini. Ia menjelaskan bahwa akar masalahnya adalah malorganisasi dalam pengelolaan keuangan. “Uang yang semestinya dikelola oleh bendahara OSIS malah dipegang dan disimpan di rekening pribadi oleh Ketua OSIS,” tutur Erlin, seperti dikutip dari TribunJateng.com.

​Sebagai respons, PKMP telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua OSIS, meskipun statusnya sebagai siswa masih dipertahankan. Erlin Retno menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mengalami kerugian finansial, karena dana tersebut merupakan tanggung jawab penuh dari panitia pelaksana.

​Penyelesaian Kasus dan Sanksi yang Belum Diberikan

​Kabar dugaan penggelapan dana ini menyebar luas hingga sampai ke telinga Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah. Kepala Seksi SMA, Dwi Sucipto, mengaku telah mendapat penjelasan dari pihak sekolah. “Sekolah membenarkan adanya kegiatan tersebut dan juga membenarkan ada tanggung jawab panitia yang belum tuntas,” katanya.

Baca Juga  Bupati Garut Tinjau Infrastruktur dan Proyek Strategis Sambil Gowes Sepeda di Hari Libur

​Meskipun begitu, sanksi bagi siswa yang terlibat belum diputuskan. Dwi Sucipto mendorong pihak sekolah untuk menyelesaikan kasus ini secara internal dengan pendekatan edukatif. “Kami dorong agar sekolah menyelesaikan secara baik. Belum mengarah ke sanksi,” ujarnya. Menurutnya, ini adalah pelajaran berharga bagi siswa agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

​Kisah dari balik panggung konser sekolah ini bukan sekadar tentang uang yang hilang, melainkan pengingat pahit bahwa perilaku koruptif bisa berawal dari lingkungan yang paling dekat dengan kita, bahkan di balik gerbang sekolah. Ini adalah alarm bagi institusi pendidikan dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai integritas dan transparansi sejak dini.(Red).

Baca Juga  Upaya Jaga Kamtibmas di Wilayah Hukumnya,Polsek Talang Ubi Gelar Patroli Subuh

Rekomendasi