KH. Ahmad Syuk Rillah Tegas Tolak Gerakan Anarko dan Aksi Unjuk Rasa Anarkis: “Santri Harus Jadi Garda Kedamaian”

News294 Dilihat

Kota Bandung – markaberita.id

Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya aksi unjuk rasa yang berujung anarkis serta munculnya kembali kelompok-kelompok yang mengusung paham Anarko di sejumlah wilayah Indonesia, pemilik Pondok Pesantren Al-Falah, KH. Ahmad Syuk Rillah, menyuarakan sikap tegasnya.

Dalam pertemuan terbuka di lingkungan pesantren yang dihadiri ratusan santri, tokoh masyarakat, serta perwakilan aparat keamanan, KH. Ahmad Syuk Rillah menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk aksi demonstrasi yang berujung pada kekerasan, perusakan fasilitas umum, maupun provokasi yang meresahkan warga.

Kami di Pondok Pesantren Al-Falah menolak dengan tegas segala bentuk aksi unjuk rasa yang bersifat anarkis. Aspirasi boleh disampaikan, kritik boleh dilakukan, tapi semua harus dalam koridor damai, santun, dan bermartabat, ujar KH. Ahmad Syuk Rillah.

Lebih lanjut, ia menyoroti keberadaan kelompok Anarko, yang menurutnya telah jauh menyimpang dari nilai perjuangan dan kebebasan berpendapat yang sehat. Ia menyebut gerakan tersebut tidak membawa solusi, melainkan menanamkan benih kekacauan yang berbahaya bagi generasi muda.

Baca Juga  30 SEPTEMBER JADI ALARM KEBANGSAAN! SURANTO: JANGAN BIARKAN SEJARAH BERLALU TANPA MAKNA

Gerakan Anarko adalah bentuk penyimpangan. Mereka tidak membawa solusi, justru menanamkan benih kekacauan. Tindakan mereka tidak bisa dibenarkan dalam sudut pandang hukum, agama, maupun budaya, tegasnya.

KH. Ahmad Syuk Rillah menekankan bahwa Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin tidak pernah membenarkan kekerasan sebagai jalan penyelesaian masalah. Dialog, musyawarah, dan edukasi, menurutnya, adalah jalan terbaik dalam memperjuangkan keadilan.

Pesan untuk Generasi Muda dan Santri

KH. Ahmad Syuk Rillah mengingatkan santri serta generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang disebarkan melalui media sosial maupun jaringan kelompok radikal.

Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan sekali-kali kita terjebak dalam gerakan yang menjanjikan perubahan melalui jalan kekerasan. Itu bukan jalan yang diajarkan Rasulullah, bukan pula jalan para ulama kita terdahulu, pesannya.

Baca Juga  Pemkot Cimahi Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Wali Kota Ngatiyana: Kemerdekaan Adalah Buah Perjuangan Pahlawan

Ia menambahkan, Jawa Barat dengan akar budaya dan religiusitas yang kuat harus dijaga dari pengaruh ideologi asing yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan keislaman.

Dukungan Aparat dan Tokoh Masyarakat

Sikap tegas KH. Ahmad Syuk Rillah mendapat apresiasi dari aparat keamanan. Perwakilan Dit Intelkam Polda Jabar menilai peran ulama sangat penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Pernyataan beliau sangat kami apresiasi. Peran tokoh agama, khususnya para pimpinan pesantren, sangat penting dalam membina masyarakat agar tetap damai dan tidak terprovokasi pihak yang tidak bertanggung jawab, ujar salah satu perwira yang hadir.

Tokoh masyarakat pun mendukung agar pesantren terus menjadi pusat pendidikan karakter, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga dalam menanamkan cinta tanah air.

Baca Juga  Pinta Paksa Uang Sewa Kamar Open BO, Dua Pelaku Kejahatan Di Bekuk Sat Reskrim Polsek Tambun

Menjaga Indonesia dari Radikalisme dan Anarkisme

KH. Ahmad Syuk Rillah menutup pertemuan dengan seruan persatuan bagi seluruh elemen bangsa.

Negara ini milik kita bersama. Mari kita rawat dengan cinta, bukan dengan kebencian. Kita jaga dengan doa dan ilmu, bukan dengan batu dan api. Santri harus berada di barisan terdepan dalam menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa, pungkasnya.

Dengan sikap ini, Pondok Pesantren Al-Falah kembali menegaskan perannya sebagai garda moral masyarakat yang mengajarkan ilmu agama sekaligus menanamkan nilai kedamaian, toleransi, dan nasionalisme.

HR