Habib Salim Jindan Desak Presiden Prabowo Turun Langsung Awasi MBG Pasca-Tragedi 5.000 Korban Keracunan

Nasional752 Dilihat

Markaberita.id | ​Jakarta, 27 September 2025 — Sebuah seruan moral yang kuat datang dari ulama terkemuka, Habib Salim Jindan, Pimpinan Majelis Ta’lim Alhabib Salim bin Ahmad bin Jindan. Dalam sebuah pernyataan tegas, beliau mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih komando pengawasan tertinggi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul data mengejutkan yang dirilis Istana Kepresidenan terkait insiden keracunan massal.

​Pernyataan ini bukan hanya kritik kebijakan, melainkan panggilan nurani yang didasarkan pada tanggung jawab keagamaan atas keselamatan anak-anak bangsa.

​MBG: Niat Suci yang Berlandaskan Kewajiban Agama

​Habib Salim Jindan memulai dengan menggarisbawahi nilai luhur Program MBG. Beliau menegaskan bahwa inisiatif ini berada pada tingkatan moralitas tertinggi dan sejalan dengan tuntunan utama agama Islam.

Baca Juga  Proses Perpindahan Tahanan VVIP Natalia Rusli Dari Rutan Polres Jakarta Barat Ke Pondok Bambu Berlangsung Dengan Panas Dan Ricuh

​”Kami memandang Program MBG ini bukan sekadar kebijakan publik biasa, melainkan sebuah niat suci dan amal kebaikan yang berlandaskan moralitas. Program ini sangat relevan dengan kewajiban kita untuk menjamin kesejahteraan golongan yang rentan,” ujar Habib Salim Jindan.

​Beliau mengutip fondasi spiritualitas dalam Al-Qur’an sebagai dasar kepedulian terhadap pangan:

​“Program ini sejalan dengan tuntunan agama. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Insan ayat 8: ‘Dan mereka memberikan makanan yang disukai kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.’ Niat mulia ini harusnya menjadi berkah, namun kenyataan di lapangan berkata lain.”

 

​Tragedi Implementasi: 5.000 Korban dan Tamparan Moral Kepemimpinan

​Namun, niat suci tersebut kini tercoreng oleh tragedi implementasi. Data Istana Kepresidenan menguak insiden keracunan MBG yang sangat mengkhawatirkan, dengan korban mencapai lebih dari 5.000 siswa, mayoritas tersebar di Jawa Barat.

Baca Juga  Mengendalikan Banjir Data di Hari Informasi Berlebih: Mengapa Kita Menjadi Generasi Paling Terdistraksi

​Habib Salim Jindan menyatakan bahwa angka korban yang masif ini adalah kegagalan implementasi yang mencoreng niat suci pemimpin dan mengkhianati amanah.

​”Lebih dari 5.000 anak terpapar racun. Ini adalah tamparan moral. Bagaimana mungkin program yang berlandaskan ayat suci kini dinodai oleh kelalaian higienitas dan pengawasan? Ini masalah amanah dan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan,” tegasnya, menyoroti bahwa kegagalan menjaga kualitas makanan sama dengan mengabaikan keselamatan generasi penerus.

​Desakan Moral: Presiden Wajib Turun sebagai Penjamin Keamanan Pangan

​Melihat skala kegagalan yang berulang, Habib Salim Jindan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih komando pengawasan tertinggi Program MBG.

​”Kami memohon, Bapak Presiden Prabowo Subianto harus turun langsung mengawasi pelaksanaan program MBG. Jangan biarkan kegagalan implementasi di tingkat bawah merusak visi mulia Bapak. Keterlibatan langsung Presiden adalah jaminan terbaik untuk memastikan standar keamanan dan kualitas pangan dipenuhi seutuhnya,” seru Habib Salim Jindan.

Baca Juga  Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo, Din Syamsuddin: Syarat Kurban Adalah Dana Pribadi

​Beliau menyimpulkan bahwa pengawasan langsung oleh Kepala Negara akan menjadi langkah konkret untuk mengembalikan Program MBG ke jalur yang benar—memastikan program tersebut benar-benar menjadi rahmat dan jaminan gizi, bukan malah menjadi sumber penyakit bagi anak-anak Indonesia.

​”Kami berharap Bapak Presiden dapat merespons desakan moral ini dengan langkah yang cepat dan tegas, demi menyelamatkan anak-anak bangsa dari musibah yang tidak perlu,” tutupnya.(Red)