Gawat Darurat Radioaktif Banten! Cs-137 Cemari 6 Lokasi, Tim Khusus dan Brimob Gegana Diterjunkan

Nasional381 Dilihat

​Markaberita.id | Serang, Banten – 25 September 2025 – ​Satuan Tugas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cs-137 (Cesium-137) saat ini tengah intensif melakukan dekontaminasi bahan radioaktif di enam lokasi yang tersebar di wilayah Cikande, Serang, Banten. Upaya darurat ini merupakan tindak lanjut dari temuan kontaminasi Cs-137 pada udang ekspor Indonesia ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

​Sumber Kontaminasi dan Lokasi Utama

​Kepala Satuan Tugas yang juga Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin langsung operasi pembersihan ini. Sumber utama kontaminasi disinyalir berasal dari logam rongsokan (scrap metal) seberat 700 kilogram yang ditemukan di sebuah lapak penampungan besi di Desa Barengkok.

​Material berbahaya tersebut kini telah dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara di Kawasan Industri Modern Cikande. Selain di Desa Barengkok, tim satgas juga melakukan proses dekontaminasi di lima lokasi lain di sekitar Cikande yang terindikasi tercemar Cs-137.

Baca Juga  PPDI Aceh Desak Pemerintah Verifikasi Ulang Data Disabilitas: "80% Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

​Langkah-Langkah Antisipasi dan Penanganan

​Pemerintah telah membentuk tim khusus yang melibatkan unsur dari KLH, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), BRIN, serta Unit KBRN. Pengamanan di lapangan diperketat dengan melibatkan Gegana dari Korps Brimob untuk memastikan prosedur keamanan berjalan ketat dan mencegah radiasi menyebar melalui udara (airborne).

​Langkah penanganan yang diterapkan meliputi:

  • ​Dekontaminasi Bertahap: Proses pembersihan bahan radioaktif dilakukan secara bertahap dan terukur.
  • ​Transportasi Aman: Material tercemar dipindahkan menggunakan truk tertutup yang dilapisi logam timbal (Pb) untuk isolasi total.

​Pemulihan Lingkungan Jangka Panjang dan Peringatan Ahli

​Untuk pemulihan lingkungan di lokasi yang menjadi sumber pencemaran, tim ahli menyarankan penerapan fitoremediasi dengan menanam bunga matahari. Tanaman ini dipilih karena kemampuannya dalam meredam dan menyerap kemungkinan radiasi yang ditimbulkan Cs-137.

Baca Juga  Caleg PKS Teti Lestari Gelar Tradisi Bersih Kali Cikarang dan Pentas Seni Tradisional

​Di sisi lain, Guru Besar Kenukliran dari ITB, Zaki Suud, mengingatkan bahwa pencemaran ini kemungkinan besar berasal dari pengguna bahan kimia yang tidak menerapkan prosedur baku penanganan limbah, atau dugaan pembuangan limbah nuklir dari pihak asing. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya peningkatan pengawasan terhadap potensi pembuangan limbah berbahaya dari luar negeri ke wilayah Indonesia.(Red)