Pemuda Jakarta Berduka, Pemuda Jakarta Beraksi: FPPJ Serukan Persatuan dan Jaga Kondusifitas Ibu Kota

Megapolitan499 Dilihat

​Markaberita.id |Jakarta, 29 Agustus 2025 – Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) di tengah aksi massa baru-baru ini. Ketua Umum FPPJ, Endriansyah, menyatakan bahwa peristiwa yang merenggut nyawa dan menyebabkan luka-luka ini adalah duka bagi seluruh warga Jakarta.

​”Hati kami hancur mendengar kabar duka ini. Kami merasakan kesedihan yang sama dengan keluarga korban. Tragedi ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga yang bersangkutan, tetapi juga bagi kita semua sebagai warga Jakarta,” ujar Endriansyah dengan suara bergetar.

​Endriansyah menegaskan, setiap nyawa berharga dan tidak ada satu alasan pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan, termasuk perbedaan pandangan. Ia mendesak pihak berwenang untuk mengusut tuntas insiden ini dan memastikan keadilan ditegakkan.

Baca Juga  Pekerja Nyaris Tewas, Gubernur DKI Masih Silent Mode? Kasus PAM Jaya Belum Kelar, Bina Marga Nyusul!

​”FPPJ mendesak aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas. Kejadian ini tidak boleh terulang. Jakarta adalah rumah kita bersama, dan kita semua berhak merasa aman tanpa harus khawatir nyawa kita terancam,” tegasnya.

​Apresiasi untuk Gubernur Pram

​Dalam kesempatan yang sama, Endriansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jakarta, Pram, atas sikap bijaknya yang tidak akan mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi para pelajar yang ikut berunjuk rasa.

​”Kami mengapresiasi kebijakan Gubernur Pram. Sikap ini menunjukkan kepemimpinan yang mengedepankan pendidikan dan masa depan generasi muda. Beliau menyadari bahwa pelajar adalah aset bangsa yang harus dirangkul, bukan dihukum,” ucap Endriansyah.

​Menurut Endriansyah, langkah ini adalah sinyal positif bahwa pemerintah provinsi percaya pada niat baik para pelajar dan mendorong mereka untuk menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang lebih terorganisir dan damai.

Baca Juga  Direksi Transjakarta Jangan Coreng Muka Gubernur Pramono: Nyawa Melayang di Jalan, Laba Justru Amblas

​Seruan untuk Persatuan dan Perdamaian

​Menyikapi situasi yang memanas, Endriansyah kembali mengajak seluruh pemuda Jakarta untuk menyebarkan pesan damai dan menolak segala bentuk anarkisme.

​”Aksi unjuk rasa boleh dilakukan, namun tidak dengan cara merusak atau, lebih parah lagi, menghilangkan nyawa. Mari kita tunjukkan bahwa pemuda Jakarta adalah pelopor persatuan, bukan pemecah belah. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ajaknya.

​FPPJ mengajak semua pihak, baik demonstran, aparat keamanan, maupun masyarakat luas, untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. “Sudah saatnya kita kembali pada esensi musyawarah. Mari kita duduk bersama, bicarakan perbedaan dengan kepala dingin, dan selesaikan semua masalah dengan cara-cara yang beradab,” tutup Endriansyah.(Red).

Baca Juga  Anggaran Kain Batik Setda DKI Capai Rp2,9 Juta Per Lembar, CBA: Apakah Dicampur Emas?