Metal Attack: Bukan Sekadar Festival, Melainkan Gerakan Membangun Ekosistem Musik Metal Indonesia

Nasional558 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 9 Agustus 2025 – Metal Attack berawal dari reuni tak terduga antara promotor Adhi Nursetyo dan teman-temannya setelah pandemi. Mengenang masa kejayaan mereka yang sempat terhenti pada 2013, ide untuk kembali membuat acara musik metal pun muncul. Nama Metal Attack sendiri terinspirasi dari acara serupa yang sukses mereka selenggarakan pada 2008 dengan nama yang sama, yang kala itu menampilkan band-band lokal yang sedang naik daun.

Berawal dari Komunitas, Merajut Mimpi Besar

Perjalanan Mas Adhi di dunia musik cadas dimulai dari komunitas iRock, sebuah mailing list yang terbentuk pada 2008. Merasa minimnya konser rock dan metal, mereka berinisiatif menggelar acara sendiri. Acara perdana mereka, yang berhasil mendatangkan nama besar Dragon Force, merupakan besutan Solucite Metal Concert, Semangat ini tak lepas dari peran mendiang Mas Andre, yang membentuk Solucite Metal Concert dan menjadi tulang punggung finansial komunitas.

Kini, Mas Adhi Nursetyo sebagai promotor dan timnya, meneruskan semangat tersebut. Meskipun festival metal lain seperti Bandung Berisik telah bertransformasi, Metal Attack tidak mengklaim diri sebagai yang pertama atau terbesar. Tujuannya sederhana: menjalankan slogan “Keep Metal Alive” dan meneruskan perjuangan para pendahulu, sekaligus membangun ekosistem musik metal yang lebih kuat.

Baca Juga  Polsek Malinau Barat Tanam Jagung Bersama Warga, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan

Wawancara Eksklusif dengan Mas Adhi Nursetyo

Dalam wawancara eksklusif dengan markaberita.id pada Sabtu malam (9/8/25) di Jakarta Selatan, Mas Adhi Nursetyo memaparkan visinya untuk memajukan musik metal Indonesia.

Visi Metal Attack: Menduniakan Musik Metal Indonesia

Meskipun komunitas metal di Indonesia diakui sebagai salah satu yang terbesar di Asia, Mas Adhi menyadari bahwa band-band lokal masih “belum merdeka dari penjajahan” di kancah global. Cita-cita utama Metal Attack adalah agar band-band metal Indonesia bisa “melanglang buana” dan merajai festival-festival metal di Asia, tidak hanya menjadi jago kandang. Semangat ini telah dirintis oleh mendiang Eben (Burgerkill), salah satu pelopor band Indonesia yang berhasil tampil di festival internasional bergengsi seperti Wacken.

Tantangan dan Harapan untuk Kemajuan Musik Metal

Dukungan Pemerintah dan Regulasi: Mas Adhi berharap pemerintah bisa memberikan dukungan nyata bagi musisi metal, seperti yang terjadi di negara-negara maju. Di Skandinavia dan Belanda, misalnya, pemerintah memberikan subsidi tur, keringanan pajak, bahkan subsidi bagi kafe atau pub yang mengadakan pertunjukan musik langsung. Ia berharap setidaknya ada kemudahan dalam perizinan acara dan biaya visa bagi musisi asing, yang selama ini menjadi beban berat bagi promotor.

Baca Juga  Misteri Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya: Laporan Polisi Mendadak Dicabut, Keberadaan Korban Masih Tanda Tanya

Hak Royalti dan Kesejahteraan Musisi: Terkait isu royalti, Mas Adhi mempertanyakan sistem pembagian yang berlaku saat ini. Ia khawatir pembayaran royalti tidak sampai ke tangan pencipta lagu secara adil, dan ia ingin memastikan para musisi mendapatkan hak mereka sepenuhnya.

Menghidupkan Kembali Rilisan Fisik: Di era digital, Mas Adhi meyakini bahwa dukungan paling nyata untuk musisi datang saat penggemar membeli karya mereka. Oleh karena itu, Metal Attack berupaya menghidupkan kembali minat terhadap rilisan fisik seperti kaset dan CD yang kini mulai langka. Tim Metal Attack mendirikan label baru bernama Amps Record untuk memfasilitasi penjualan rilisan fisik. Penggemar dapat membelinya melalui situs web metalproject.com atau langsung menghubungi band favorit mereka.

Baca Juga  Ledakan PLTU Bukan Force Majeure: Padepokan Hukum Indonesia Desak Usut Dugaan Penggunaan Batubara Sub-Standar

Pesan untuk Komunitas Metal

Mas Adhi menitipkan pesan penting bagi para penggemar dan komunitas metal:

* Datang dan beli tiket setiap ada acara sebagai bentuk dukungan langsung untuk band.

* Beli rilisan fisik dan merchandise asli untuk menghargai karya mereka. Hindari produk bajakan (bootleg). Jika ada yang menjual produk bootleg, ia berharap mereka bisa memberikan royalti kepada band yang bersangkutan.

Rencana ke Depan: Menuju Festival Tahunan

Metal Attack berencana menjadi festival tahunan. Label mereka, Amps Record, telah mengontrak tiga band, yaitu Beside, Mahasura, dan Rapture. Selain itu, pada Oktober mendatang akan diadakan “Road to Metal Attack 2026“, serangkaian acara kecil di Jabodetabek yang diharapkan bisa menyambangi kota-kota lain. Dengan berbagai rencana ini, Metal Attack tidak hanya menjadi festival musik, tetapi juga sebuah gerakan untuk menghidupkan kembali gairah, ekonomi, dan komunitas musik metal di Indonesia.(Red).