Markaberita.id | Jakarta, 6 Agustus 2025 – Ketua Umum DPP Lembaga Pemberdayaan Pengembangan Potensi Pemuda Indonesia (LP4I), Benny Wijaya, melayangkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah yang dinilai gagal fokus dalam menghadapi persoalan bangsa. Ia menyoroti maraknya polemik bendera bajak laut fiksi dari serial One Piece serta fenomena retret pejabat yang dianggap tidak efektif, yang menurutnya adalah bukti nyata ketidakselarasan.
“Ketika bangsa kita menghadapi krisis ekonomi dan tantangan geopolitik, perhatian kita justru tersita oleh perdebatan tak substansial seperti bendera fiksi,” tegas Benny dalam siaran persnya. Ia menilai, kondisi ini adalah cerminan kegagalan pemerintah dalam memprioritaskan persoalan yang sebenarnya. Sebagai abdi negara, pemerintah seharusnya menjadi pelayan dan pengayom masyarakat, bukan menciptakan kebingungan dengan kebijakan yang inkonsisten.
Benny juga menyoroti adanya ketidakseragaman penindakan terhadap pengibaran bendera tersebut di berbagai daerah. “Sikap yang tidak seirama ini menimbulkan kesan bahwa hukum bisa dinegosiasikan, mengikis wibawa negara dan melunturkan kepercayaan publik,” jelasnya. Inkonsistensi ini, menurut Benny, menjadi indikasi kuat bahwa koordinasi dan visi para pejabat masih jauh dari solid.
Selain itu, LP4I secara khusus mempertanyakan efektivitas retret pejabat yang menghabiskan anggaran publik yang tidak sedikit. “Melihat ketidakseragaman penindakan ini, kita patut bertanya: apakah retret-retret itu benar-benar efektif dan efisien? Anggaran publik seharusnya berdampak pada irama kerja yang solid, bukan malah memunculkan interpretasi yang berbeda di lapangan,” paparnya.
Benny menekankan bahwa Peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka harus menjadi momentum untuk kembali pada karakter dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. “Mari kita jadikan peringatan ini sebagai pengingat untuk fokus pada hal-hal esensial yang membangun, bukan pada polemik yang memecah belah,” ujarnya.
Sebagai penutup, Benny mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menghentikan perdebatan tak substansial. “Masa depan bangsa ini tidak dibangun di atas bendera fiksi, melainkan di atas fondasi kerja keras, persatuan, dan fokus pada isu krusial seperti pendidikan, lapangan kerja, dan inovasi,” pungkasnya.(Red).






