‎Kades Kecewa, Di Forum Diskusi Terbuka Tidak Dihadiri Dirut RSUD Cabangbungin Hanya Di Wakili PHL

Daerah1708 Dilihat

Kabupaten Bekasi, ll Markaberita.id—Upaya Diskusi yang digelar di aula management RSUD Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Forum diskusi yang diharapkan mampu meredam kegaduhan internal rumah sakit justru tak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dipicu oleh sikap tidak kooperatif dari pihak RSUD, yang hanya diwakili oleh seorang pekerja harian lepas yang mengaku sebagai asisten direktur.

Ditambah perihal datangnya anggota ormas yang bertuliskan PSHT Madiun yang ingin mengambil alih para pekerja pribumi (lingkungan) yang ada di RSUD Cabangbungin, berujung pada kekecewaan.

Sosok yang mengaku bernama Asih, yang memang sering tampil mewakili RSUD Cabangbungin secara formal kelembagaan termasuk dalam forum-forum Diskusi di aula management RSUD Cabangbungin, belakangan terbongkar hanya pekerja harian lepas. Bukan pegawai ASN yang memang berhak mewakili institusi pemerintahan.

Baca Juga  Audiensi Bersama SKK Migas Sumbagsel, Kapolda Irjen Rachmad Wibowo : Kita Ingin Ada Solusi

Dalam seksi tanya jawab dengan wartawan, terungkap bahwa Asih, Tidak memiliki SK resmi dari Dinas Kesehatan, serta Bukan ASN maupun tenaga P3K, dan  Hanya ditugaskan langsung oleh Direktur RSUD dalam setiap kegiatan yang mewakili RSUD Cabangbungin yang ternyata tanpa dasar legalitas yang formal.

‎”Saya hanya asisten pribadi bu direktur. Bukan ASN, bukan P3K. Saya hanya jalankan perintah beliau,” ujarnya Asih kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Desa Setialaksana, Rohmat, dan Kepala Desa jayalaksana, Irwansyah, yang mewakili seluruh kepala desa se-Kecamatan Cabangbungin, mengaku kecewa berat atas ketidakhadiran Direktur RSUD Cabangbungin dalam pertemuan tersebut.

Kami datang dengan itikad baik, berharap klarifikasi langsung dari direktur, karena ini menyangkut kegaduhan di wilayah kami. Tapi yang hadir malah orang yang mengaku asisten, tanpa legalitas jelas. Ini sangat mengecewakan,” tegas Rohmat.Jumat (1/8/25)

Baca Juga  Plt. Camat Sukakarya H. Bahrul Ulum Pimpin Rapat Minggon Perdana, Tekankan Netralitas Jelang Pilkades 2026

Ditempat yang sama, Irwansyah menilai diskusi gagal total akibat sikap arogan dari perwakilan yang ditunjuk. Dan kami meminta Direktur RSUD harus ada tanggungjawab tentang hal ini.

‎ “Kami hadir tanpa undangan resmi demi menjaga ketertiban. Tapi sikap perwakilan RSUD justru memancing emosi. Kalau nanti terjadi hal serupa, kami akan minta pertanggungjawaban langsung dari Direktur RSUD,”Imbuhnya Irwansyah.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Direktur RSUD Cabangbungin terkait polemik perwakilan tanpa legal standing yang jelas dan kegagalan dari forum diskusi tersebut, juga disebabkan kebohongan yang dilakukan direktur RSUD yang tidak bisa hadir di forum diskusi padahal direktur RSUD Cabangbungin ada bersembunyi didalam ruangan, namun para staf RSUD selalu bilang direktur tidak.

Baca Juga  PERSIAPAN NATAL DAN TAHUN BARU 2025, FORKOPIMDA KABUPATEN PALI MATANGKAN STRATEGI PENGAMANAN DAN KENYAMANAN WARGA

Bahkan mengenai asih kerap kali mengaku mewakili lembaga RSUD Cabangbungin, asih sering diberikan tugas kedinasan oleh direktur RSUD dan selalu tampil didepan kegiatan-kegiatan formal RSUD Cabangbungin

Sikap RSUD yang tidak melibatkan jajaran resmi atau pejabat struktural dalam forum yang melibatkan aparat penegak hukum (APH) dan kepala desa, dinilai sebagai bentuk ke tidakhormataan terhadap institusi dan Pemerintah desa.

‎(Carim)