BEKASI – Markaberita.id
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabang bungin yang berada di pelosok utara kabupaten bekasi ,tepat nya di lingkup wilayah administrasi kecamatan cabang bungin, kabupaten bekasi. Kini ramai dengan banyak nya permasalahan-permasalahan yang terjadi baik di internal kepegawaian, sistem manajemen, maupun permasalahan terhadap pelayanan publik di masyarakat, dari masalah yang berefek menimbulkan korban secara langsung maupun tidak langsung.
Hal ini menjadi sangat kontras dengan iklan-iklan inovasi yang selalu di buat dan di sebarkan oleh pihak manajemen Rsud cabang bungin,ke berbagai media baik media sosial maupun media oniline, Safari kepada pejabat-pejabat tinggi, baik di lingkaran pejabat pemerintahan sendiri, pihak swasta ,sampai ke para pejabat penegak hukum, seperti kepolisian dan yang lain nya, dengan pemberian boneka kecil yang menjadi plakat ,figur-figur yang tampil seolah menjadi endorse dan simbol dukungan dari berbagai pihak.
salah satu iklan inovasi yang paling mencolok dengan slogan nya Rumah sakit berorentasi Pada pelayanan (RUSA BERLIAN) yang seolah menjadi ciri khas dan identitas bagi RSUD Cabang bungin,
Syamsul Rizal Tokoh pemuda cabang bungin,juga sebagai ketua gerakan masyarakat Cabang bungin (GMC) Berkomentar ; “Inilah yang membuat publik dan masyarakat bertanya-tanya , karena antara iklan-iklan inovasi manis yang di buat RSUD Cabang bungin tapi realita dan fakta nya di lapangan sangatlah berbeda yang malah justru menunjukan hal sebaliknnya. dengan Rentetan masalah-masalah saat ini di RSUD Cabang Bungin yang tak pernah ada penyelesaian,tanggung jawab dan tak ada habis nya.
dari korban dugaan malapraktek yang berakibat pecah bola mata dan mengalami buta mata permanen yang di alami pasien bernama sdr.bayu fadillah, korban dugaan malapraktek tindakan operasi bedah perut secara terselubung tanpa izin dan persetujuan pasien dan keluarga yang berakibat sakit dan trauma korban dan sampai saat ini pun belum ada pertanggung jawaban nya pasien tersebut atas nama sdri.Dwi pratiwi, kemudian pelecehan seksual kepada pasien perempuan oleh oknum dokter RSUD di tempat praktek kerja nya seperti yang di alami korban bernisial (M) yang sekarang sedang berjalan proses hukum nya di kepolisian, lalu dugaan korban pelayanan buruk pasien luka yang tidak di tangani sehingga kaki nya membengkak dan membusuk yang terpaksa di ambil paksa oleh keluarga dan hingga saat ini masih di rawat di salah satu klinik di sukatani pasien atas nama Didi, Sampai korban-korban pelayanan buruk yang terbengkalai berhari-hari di IGD dengan dalih ruangan penuh padahal saat di sidak langsung oleh tim dari beberapa media kedapatan ruangan kamar yang ternyata banyak yang kosong, lalu banyaknya penolakan pasien-pasien baik dari pribadi maupun pasien yang di bawa oleh tim PSM, hal ini pun pernah kedapatan langsung oleh wakil bupati dan kadinkes saat kunjungan ke Rsud cabang bungin, namun saat beberapa pasien tersebut mengadu ke wabup langsung di terima.
Saya tidak mau masyarakat cabang bungin ini terus di bikin gaduh,saya putra asli cabang bungin. “Ucap samsul rizal”
Tak hanya Masalah publik dan yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat namun di internal RSUD CABANG BUNGIN banyak masalah yang sedikit demi sedikit mulai terkuak ke permukaan, dari pemutusan kerja sepihak kelompok pekerja kebersihan dan keamanan outsorcing yang notabene putra daerah asli lingkungan setempat yang akan di gantikan dengan kelompok pekerja dari luar daerah ,padahal kontrak pekerjaan mereka masih berlaku dan tetap aktif sampai akhir tahun 2025. Dan Sampai saat ini masih berpolemik dan berpotensi terjadi benturan antara warga pekerja asli lingkungan dengan pihak luar daerah jika pihak tersebut mencoba terus mengambil alih hak-hak warga asli putra daerah yang masih berlaku dan berdasar hukum. Masalah yang lain terkait ada nya beberapa kejanggalan dalam pengelolaan anggaran 57 Milyar (2024-2025) yang sedang di teliti oleh beberapa teman-teman LSM dan Pengamat hukum, Sampai yang terbaru dan sedang ramai saat ini masalah dugaan korupsi kewenangan dalam pengangkatan dan perekrutan pegawai THL secara terselubung yang di tunjuk langsung oleh direktur dengan jabatan sekertaris namun sering di beri fungsi untuk tampil mewakili kegiatan Rsud cabang bungin.
Kritikan tentang iklan-iklan inovasi RSUD Cabang bungin seperti ini, lantas di pertanyakan oleh Kang obay sekjen LSM PEDULI KEADILAN (PEKA)”
Ini jelas merupakan kebohongan publik, direktur Rsud ini dr.Erni herdiani menurut saya bukan lah seorang Leader atau pemimpin yang baik, apalagi di tugasi untuk membawahi lembaga sebesar Rsud cabang bungin, Mindset dr.erni ini bukan lah seorang pemimpin tapi lebih pantas di sebut seorang MARKETING . harus nya fokus bagaimana tata kelola manjemen internal yang baik, bagaimana pelayanan kepada publik secara nyata, pandai merangkul dan penuh etika sosial terhadap masyarakat.
Jangan Fokus hanya memoles-moles diri seolah penuh prestasi , agar terlihat punya visi dan berhasil, jangan lah bermain iklan-iklan gimick kaya gitu, kasian banyak masyarakat yang sekarang jadi korban, bagaimana perasaan nya? Apalagi sampai membuat kesan seolah di Endorse oleh beberapa pejabat yang tampil seakan mendukung , dalam moment yang krusial seperti sekarang hal ini tidak baik jika di tampilkan di publik sangat mengiris hati masyarakat,sangat melukai hati para korban dan keluarga nya yang saat ini pun masih menangis….” Apalagi miris melihat saat ini pejabat pemkab hanya menonton dari kejauhan ,sedih rasa nya hati saya. Ucap kang OBAY “ dengan penuh perasaan kepada awak media.
(red)





