Markaberita.id |Jakarta, 19 Agustus 2025 – Enam bulan pertama kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno di Jakarta telah membawa angin segar. Dengan rekam jejak yang solid di tingkat nasional, Pramono menunjukkan kematangan dan keberanian dalam mengambil langkah-langkah strategis yang langsung menyentuh kehidupan jutaan warga. Berbagai terobosan kebijakan pro-rakyat yang diluncurkan dalam waktu singkat ini telah mendapatkan apresiasi luas, termasuk dari kalangan tokoh agama.
Kebijakan yang Langsung Meringankan Beban Rakyat
Salah satu langkah paling berani dan inovatif adalah penghapusan pajak kendaraan bermotor (PKB) bagi kendaraan di bawah 1.500 cc yang berusia di atas 10 tahun. Kebijakan ini disambut hangat oleh masyarakat karena secara langsung meringankan beban ekonomi. Data menunjukkan, lebih dari 3 juta kendaraan memenuhi kriteria ini, menghemat pengeluaran masyarakat hingga triliunan rupiah per tahun.
Pramono juga fokus pada isu ketenagakerjaan. Melalui program Job Fair yang masif, Pemerintah Provinsi Jakarta berhasil menempatkan lebih dari 150.000 pencari kerja dalam waktu enam bulan. Angka ini merupakan rekor baru, menunjukkan efektivitas program dalam menekan tingkat pengangguran. Di sisi lain, ia juga menerapkan sistem rekrutmen yang transparan untuk PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) dan PPSU (Pasukan Oranye), memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi.
Kinerja Pramono Disaksikan Ulama, Mengalir Doa dan Dukungan
Kinerja gemilang ini mendapatkan apresiasi luas, termasuk dari Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, yang secara terbuka mendoakan Pramono Anung dapat menjadi Presiden setelah menyelesaikan tugasnya di Jakarta. Doa dan dukungan dari Ketua DPRD ini diamini dan dipertegas oleh ulama terkemuka, Habib Salim Jindan. Dengan suara penuh keyakinan dan wibawa, Habib Salim menyatakan dukungannya yang mendalam.
”Ini bukan sekadar dukungan politik, ini dukungan dari hati seorang hamba yang melihat tulusnya seorang pemimpin. Saya mengamini doa Pak Ketua DPRD,” ujar Habib Salim dengan lugas.
Beliau melanjutkan, “Ini baru enam bulan, tapi dampaknya sudah sangat terasa. Beliau (Gubernur Pramono) adalah pemimpin yang tulus dan bekerja untuk kepentingan umat. Ini adalah langkah yang patut kita dukung.”
Habib Salim kemudian mengakhiri pernyataannya dengan lantang dan penuh harap, “Kita doakan, semoga setelah purna tugas di Jakarta, beliau bisa menjadi Presiden yang memimpin seluruh umat di Indonesia.”
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kerja keras Pramono Anung dalam melayani masyarakat telah mendapatkan pengakuan luas, melintasi batas-batas politik. Dukungan kuat dari tokoh agama seperti Habib Salim Jindan memberikan dimensi spiritual dan moral yang memperkuat legitimasi kepemimpinan Pramono di mata masyarakat.
Proyeksi Masa Depan
Dukungan politik dan spiritual ini menjadi modal penting bagi Gubernur Pramono Anung dalam menghadapi tantangan yang masih membentang. Sebagai Daerah Khusus Jakarta, ada tuntutan untuk terus menjadi pusat ekonomi global yang kompetitif. Keberhasilan Pramono akan diukur dari kemampuannya untuk berinovasi dan mengatasi isu-isu fundamental seperti kemacetan, banjir, dan kesenjangan sosial.
Enam bulan pertama ini adalah awal yang menjanjikan, memberikan harapan baru bagi Jakarta. Dengan kepemimpinan yang kolaboratif dan berbasis data, Jakarta bergerak menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan berkeadilan.(Red).



