STT Katharos Indonesia Bangun Kemitraan Strategis dengan Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI

Pendidikan526 Dilihat

JAKARTA – Markaberita.id

Sekolah Tinggi Teologi (STT) Katharos Indonesia melakukan kunjungan resmi ke Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia pada Selasa, 22 Juli 2025. Kunjungan yang berlangsung di lantai 11 Gedung Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jakarta ini diterima langsung oleh Direktur Pendidikan Kristen, Dr. Suwarsono, S.PAK., MM.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua STT Katharos Indonesia, Dr. Adolf Bastian Butarbutar, M.Th hadir bersama Kaprodi Sarjana Teologi, Martinus Laia, M.Th dan Sekretaris Yayasan Yosafat Indonesia, Paulus Simalango, SH. Sementara dari pihak Ditjen Bimas Kristen turut hadir Alfianus Tindige, SE, M.Si selaku Plt. Kasubdit Pendidikan Tinggi, serta sejumlah pejabat dan staf lainnya seperti Candra Nugroho, S.Kom, Crismas Diki, S.Kom, dan Artha Uli Gultom, S.Sos.

“Pertemuan antara STT Katharos Indonesia dan Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka menjalin kemitraan strategis di bidang pendidikan teologi, Selasa (22/7/2025), di Gedung Ditjen Bimas Kristen, Jakarta.”

Dr. Adolf dalam sambutannya menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan strategis antara STT Katharos Indonesia dan Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI. Ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi teologi dan pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan serta menjawab kebutuhan gereja dan masyarakat. Menurutnya, STT Katharos ingin menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi teologi yang relevan, inklusif, dan mampu memberikan dampak nyata.

Baca Juga  UMKM Bergerak Hadapi Tantangan Ekonomi Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat di Jagakarsa

Sementara itu, Martinus Laia menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengembangkan kurikulum yang kontekstual, yaitu kurikulum yang menjawab tantangan dan kebutuhan pelayanan gereja lokal. Ia menilai bahwa pendidikan teologi tidak boleh lepas dari realitas sosial masyarakat, termasuk perubahan zaman dan tantangan pelayanan digital.

Dalam sesi diskusi, Sekretaris Yayasan Yosafat Indonesia, Paulus Simalango, SH menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan STT Katharos Indonesia secara nasional. Ia menekankan bahwa legalitas, akreditasi, dan jaringan kerja sama strategis harus diperkuat agar institusi dapat berkembang secara berkelanjutan. Menanggapi hal ini, perwakilan dari Ditjen Bimas Kristen memberikan dukungan positif. Crismas Diki memaparkan prosedur resmi pengajuan kerja sama pendidikan, termasuk dokumen dan proposal yang harus disiapkan kampus untuk dapat menjalin kolaborasi resmi dengan pemerintah.

Baca Juga  Rekor Baru Kemenag! Anggaran 2027 Diusulkan Tembus Rp129 Triliun, Pesantren Jadi Prioritas
“Pertemuan antara STT Katharos Indonesia dan Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam rangka menjalin kemitraan strategis di bidang pendidikan teologi, Selasa (22/7/2025), di Gedung Ditjen Bimas Kristen, Jakarta.”

Alfianus Tindige, Plt. Kasubdit Pendidikan Tinggi, menegaskan pentingnya peningkatan mutu akademik di Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen (PTKK). Ia menyampaikan bahwa PTKK dituntut untuk cepat beradaptasi dengan regulasi terbaru terkait pengelolaan perguruan tinggi, termasuk pemenuhan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara bertanggung jawab. Dalam tanggapannya, Dr. Adolf memastikan bahwa STT Katharos Indonesia telah menyiapkan langkah konkret dalam menjaga kualitas tenaga pendidik serta menjalankan proses akreditasi berkelanjutan.

Isu digitalisasi juga menjadi salah satu poin pembahasan dalam pertemuan tersebut. Candra Nugroho dari Ditjen Bimas Kristen menekankan pentingnya pengembangan program studi berbasis teknologi serta pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran. Hal ini disambut baik oleh Martinus Laia, yang menyatakan bahwa STT Katharos Indonesia telah mulai menyusun kurikulum yang responsif terhadap perkembangan dunia digital dan sosial. Artha Uli Gultom turut membuka ruang untuk program pelatihan dosen dan pendampingan teknis dari Ditjen Bimas Kristen bagi STT Katharos Indonesia.

Baca Juga  Pemerintah dan Pemangku Wewenang (DPR) Diminta Berikan Solusi Terhadap Pelaku Illegal Drilling dan Refinery

Menutup pertemuan, Direktur Pendidikan Kristen, Dr. Suwarsono memberikan arahan agar STT Katharos Indonesia menyusun roadmap kerja sama secara terstruktur. Ia berharap roadmap tersebut mencakup pemetaan kebutuhan, tahapan implementasi, hingga pengajuan resmi ke kementerian. Dr. Suwarsono menyampaikan harapannya agar STT Katharos Indonesia dapat menjadi model pengembangan STT yang progresif dan adaptif di Indonesia. Dr. Adolf pun menegaskan kesiapan kampusnya untuk menjalin kemitraan jangka panjang demi pengembangan pendidikan teologi yang unggul, relevan, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

(M. Rafi)