Pencabutan Dukungan Bang Zaki Didalangi Kepentingan Kursi Ketua Golkar Jakarta Timur, Kata Mantan Ketua PK Jatinegara

Megapolitan, Politik628 Dilihat

Markaberit.id |Jakarta, 23 Juli 2025 – Mantan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Jatinegara, Saiful Bahri, menyesalkan keputusan DPD Partai Golkar Jakarta Timur yang mencabut dukungan terhadap H. Ahmed Zaki Iskandar dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar DKI Jakarta. Menurutnya, pencabutan ini bukanlah hasil evaluasi objektif, melainkan produk dari manuver politik yang sarat ambisi pribadi.

“Saya menyayangkan langkah politis yang mencederai komitmen awal kami semua. Pencabutan dukungan terhadap Bang Zaki bukan berdasarkan kepentingan kader atau arah partai, tapi karena adanya permainan untuk merebut kursi Ketua Golkar Jakarta Timur,” ujar Saiful.

Ia menilai bahwa Musda Provinsi seharusnya menjadi momentum konsolidasi dan regenerasi partai secara bermartabat. Namun, yang terjadi justru manuver elitis yang menggunakan nama DPD Golkar Jakarta Timur untuk kepentingan segelintir orang.

Baca Juga  Sertifikat Kompetisi Panjat Tebing Jakarta: Richard Achmad Harap Jadi Tiket Masuk Jalur Prestasi Pendidikan

“Ada kepentingan politik terselubung yang menjadikan Musda provinsi sebagai alat tawar. Nama Jakarta Timur dipertaruhkan hanya demi meloloskan ambisi pribadi seseorang yang ingin jadi ketua DPD kota,” tegasnya.

Saiful juga menambahkan bahwa tindakan ini membuat para kader di tingkat bawah bingung dan kecewa, karena keputusan kolektif yang sudah disepakati sebelumnya mendukung Ahmed Zaki kini dicabut tanpa transparansi atau musyawarah ulang.

“Kalau begini cara mainnya, kader bawah akan makin kehilangan kepercayaan. Partai bisa saja besar secara struktur, tapi kehilangan loyalitas di akar rumput,” katanya lagi.

Sebagai kader senior dan mantan pengurus kecamatan, Saiful Bahri mengajak seluruh fungsionaris Partai Golkar untuk kembali kepada nilai-nilai organisasi yang menjunjung loyalitas, kejujuran, dan kebersamaan.

Baca Juga  KPU Kota Para Alam Menggelar Rapat PlenoTerbuka Terkait Rekapitulasi Dan Penetapan DPT

“Bang Zaki adalah figur yang selama ini kita sepakati karena rekam jejak dan ketokohannya. Kalau dukungan ke beliau dicabut hanya demi permainan kursi di tingkat kota, itu sangat memalukan,” pungkasnya.(Red).