Pemkot Bandung Luncurkan Aplikasi SEMPATI untuk Deteksi Dini DBD dan TBC, Perkuat Layanan Kesehatan Digital Terintegrasi

News479 Dilihat

Kota Bandung -markaberita.id

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi kesehatan warganya melalui inovasi digital. Pada Selasa malam, 1 Juli 2025, Pemkot Bandung secara resmi meluncurkan aplikasi Sistem Evaluasi dan Monitoring Penyakit Terintegrasi (SEMPATI) sebagai langkah strategis dalam percepatan deteksi dini dan penanganan kasus penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC).

Peluncuran aplikasi yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, CEO Enesis Group, Aryo Widiwardhono, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bandung.

Aplikasi SEMPATI hadir dalam dua versi, yakni web dan mobile (Android), dan dirancang khusus untuk digunakan oleh internal pemerintahan seperti petugas puskesmas, aparat kewilayahan, tim tindak lanjut lapangan, serta pimpinan daerah.

Baca Juga  Pemkab Subang Tingkatkan Akses Infrastruktur, Rekonstruksi Jalan Sagalaherang-Ciater

“Melalui teknologi digital seperti SEMPATI, kita bisa lebih cepat mendeteksi penyebaran penyakit dan segera melakukan langkah penanganan. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi dan inovasi untuk kesehatan warga,” ujar Arif Muhammad Rizal, Kepala Seksi Pengelolaan Aplikasi Diskominfo Kota Bandung, dalam sambutannya.

Arif menambahkan, salah satu keunggulan utama aplikasi SEMPATI adalah fitur analisis geospasial yang mampu memetakan sebaran kasus penyakit hingga ke tingkat RT/RW. Dengan sistem ini, langkah intervensi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terfokus pada wilayah dengan risiko tinggi.

Tak hanya itu, digitalisasi pelaporan melalui SEMPATI juga meningkatkan efisiensi kerja, akurasi data, dan mempermudah koordinasi lintas sektor, mulai dari puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga pimpinan kota. Proses pengambilan keputusan dalam menangani wabah penyakit kini menjadi lebih terarah dan berbasis data real-time.

Baca Juga  Diskusi Pilkada Mengemuka, PMII Dorong Demokrasi Tetap Partisipatif

Sejumlah manfaat SEMPATI antara lain:

Deteksi dini potensi wabah dan pencegahan penyebaran,

Pemusatan intervensi di wilayah risiko tinggi,

Efisiensi kerja petugas di lapangan,

Pengurangan beban administratif,

Penguatan koordinasi dan kolaborasi antarpihak.

Melalui aplikasi ini, Kota Bandung mengambil langkah penting dalam memodernisasi sistem kesehatan masyarakat. Aplikasi SEMPATI menjadi representasi transformasi digital yang tidak hanya inovatif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yakni perlindungan dari penyakit menular yang mengancam keselamatan jiwa.

Peluncuran ini juga menjadi simbol bahwa Pemkot Bandung siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan layanan publik berbasis teknologi dan kolaborasi, guna menciptakan kota yang sehat, tangguh, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Baca Juga  Bangli dan Sampah Penyebab Darurat Kekeringan, Satpol-PP Kabupaten Bekasi Takut Berperan

Hilman R