Perempuan dan Ibu Rumah Tangga Jadi Incaran Utama Sindikat Narkoba, BNN Soroti Tren Mengejutkan

Nasional373 Dilihat

Markaberita.id | Jakarta, 23 Juni 2025 – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Martinus Hukom, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai pergeseran modus operandi sindikat narkoba yang kini menjadikan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sebagai target utama perekrutan kurir. Tren ini terungkap dari maraknya penangkapan perempuan dan ibu rumah tangga yang terlibat dalam kasus peredaran narkotika sepanjang April hingga Juni 2025.

Martinus Hukom menjelaskan bahwa temuan ini mengindikasikan perempuan tidak lagi hanya berada di posisi pasif sebagai korban, melainkan telah terlibat aktif dalam operasi jaringan narkoba yang terorganisir. “Perkembangan modus operandi jaringan sindikat narkoba, yang telah merambah dan memperdaya kalangan perempuan atau ibu-ibu Indonesia harus menjadi perhatian,” tegas Martinus dalam konferensi pers di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai, Senin (23/6).

Baca Juga  Ketua Umum PIN Dorong Program Makan Bergizi Gratis Dipayungi Undang-Undang demi Keberlanjutan Lintas Generasi

Data BNN menunjukkan, dari 285 tersangka kasus narkotika yang diamankan sepanjang April hingga Juni 2025, 29 di antaranya adalah perempuan. Angka ini mencakup sekitar 20 persen dari total tersangka, merefleksikan tren baru dalam kejahatan narkotika.

Menurut Martinus, sindikat narkoba umumnya merekrut perempuan sebagai kurir karena dinilai memiliki kemungkinan lebih kecil untuk dicurigai aparat. Namun, peran mereka tidak berhenti di situ. Seiring waktu, banyak di antara mereka yang justru naik pangkat, menempati posisi strategis sebagai perekrut anggota baru, pengendali distribusi narkoba, hingga pengatur keuangan dari bisnis haram tersebut.

Pola ini, lanjut Martinus, menunjukkan kecerdikan dan adaptasi sindikat narkoba dalam memanfaatkan peran serta posisi sosial perempuan untuk menyamarkan aktivitas ilegal mereka. Bahkan, sindikat narkoba juga mengeksploitasi perempuan untuk menjalankan modus yang ekstrem.

Baca Juga  Trans Kieraha: Membuka Isolasi, Membangun Kesejahteraan Rakyat Maluku Utara

Salah satu tersangka perempuan diketahui menyelundupkan narkoba dengan cara tak lazim, yakni menyembunyikannya di area organ intim. Martinus mengungkapkan bahwa sindikat sengaja memanfaatkan kondisi fisik perempuan dan stigma femininitas sebagai celah untuk mengelabui petugas.

Melihat kondisi ini, Kepala BNN menegaskan pentingnya perlindungan terhadap perempuan, terutama ibu rumah tangga, dari jerat bujuk rayu dan tipu daya jaringan narkoba yang semakin licin dalam mencari target. “Biasanya sindikat narkoba itu menawarkan upah yang menggiurkan,” ungkapnya.

Martinus Hukom menekankan bahwa kemajuan atau kehancuran suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas dan peran kaum perempuan di dalamnya. Oleh karena itu, BNN menyerukan perlunya pendekatan yang tepat dalam upaya pemberdayaan perempuan Indonesia sebagai agen moral atau pembentukan moral generasi bangsa.(Red).

Baca Juga  Pemerintah Kaji Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di 2026, Simak Rincian Tarif Kelas 1, 2, dan 3 Saat Ini