PA GMNI Bandung : Program Petani Milenial Besutan Mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil Harus Dievaluasi

Daerah812 Dilihat

Bandung – Jabar || Markaberita.id

Program Petani Milenial peninggalan Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendapat sorotan dan kritik dari Persatuan Alumni GMNI Kota Bangdung (PA GMNI).

Kepada media salah satu PA GMNI Fidel D Gawa mengatakan bahwa program Petani Milenial harus dievaluasi mengingat saat ini sedang diusutnya korupsi besar besaran di Kementerian Pertanain oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ujarnya, Rabu (18/10/2023).

“Kami dari Persatuan Alumni GMNI Kota Bandung mengusulkan untuk dilakukannya evaluasi terhadapnya Program Petani Milenial peninggalan Ridwan Kamil, Dasar perlunya mengevaluasi program tersebut karena adanya kontroversi dalam program tersebut beberapa bulan lalu, dimana perusahaan offtaker hasil tanaman hias peserta Program Petani Milenial ingkar terhadap komitmennya membeli hasil.

Baca Juga  Sungguh Miris!!!! Di Kabupaten Bekasi Masih Ada Jalan Rusak Parah dan Berlubang, Ketua Presidium Parade Nusantara Angkat Bicara

” Kegagalan perusahaan offtaker untuk membeli hasil para peserta program tersebut bukanlah semata kendala teknis,melainkan cerminan keteledoran manajemen program tersebut, dimana perusahaan offtaker yang dilibatkan tidak pernah memperlihatkan kontrak atau perjanjian ekapor komoditi produk petani milenial yang akan jadi objek,” cetusnya.

Lanjut PA GMNI Kota Bandung mengatakan, bahwa, gegap gempita Program Petani Milenial yang dicanangkan mantan Gubernur Ridwan Kamil sangat berpeluang besar membebani APBN tanpa memberi dampak signifikan kepada kemakmuran dan kemajuan pertanian.

Untuk itu PA GMNI Kota Bandung mengusulkan kepada Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin untuk mengevaluasi dengan seksama Program Petani Milenial berikut instansi yang terlibat di dalamnya, imbuhnya.

Baca Juga  Upaya Pencegahan Paket 3C Dan Gangguan Kamtibmas Polsek Talang Ubi Jalan Kegiatan KRYD Razia Terpadu

Fidel. D. Gawa juga membeberkan dirinya mendapatkan informasi bahwa perusahaan offtaker yaitu CV Minaku tersebut tidak punya reputasi ekspor, tandasnya. (Red)